By Sasang Priyo Sanyoto  Article Published 09 December 2017
 
 Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional atau STPN merupakan salah satu sekolah kedinasan tertua di Indonesia. Dengan berdiri sejak tahun 1963, dulu sekolah ini dikenal dengan nama akademi agraria dan lulusannya telah tersebar luas serta berkerja di seluruh wilayah Indonesia. Sekarang, sekolah dengan nama STPN ini masih menjadi sekolah yang banyak diminati oleh anak-anak muda yang ingin menentukan masa depan. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional adalah sebuah perguruan tinggi kedinasan di Indonesia yang diselenggarakan oleh Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia langsung dari pemerintah. Tidak heran memang apabila ingin melanjutkan pendidikan di STPN ini harus bersaing dengan ribuan peminat lainnya yang juga memiliki mimpi yang sama.  


Salah satu keunggulan dari Sekolah tinggi Pertanahan Nasional yang membuatnya menjadi primadona adalah dari segi substansi pendidikannya. Bila melihat dari kekhususan substansi pendidikannya, maka STPN merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan pertanahan secara terpadu, menekuni kekhususan bidang tersebut dan berusaha mengembangkannya sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mandiri. Sebagai tambahan informasi, jurusan program dari Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional ini ada dua yaitu Program Diploma IV Pertanahan dan Program Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral (PPK).


  1. Program Diploma IV Pertanahan

Badan pertanahan nasional merupakan pelopor atau pencetus diselenggarakanya program diploma IV pertanahan di Indonesia. Kemudian untuk yang berhak dan berkesempatan menjadi Mahasiswa Diploma IV adalah PNS utusan dari kantor pertanahan atau instansi pertanahan pemerintah daerah atau pusat dengan status sebagai mahasiswa tugas belajar. Jadi, tidak semua orang dapat mengikuti program diploma IV ini. Selanjutnya, program diploma IV pertanahan ini dibagi menjadi dua jurusan lagi, yaitu Jurusan Manajemen Pertanahan dan Jurusan Perpetaan. 


Perlu anda pahami, sistem pendidikan dan pengajaran pada diploma IV ini lebih banyak diarahkan ke praktek yatu dengan proporsi 40% teori dan 60% praktik. Hal ini dikarenakan STPN merupakan lembaga pendidikan tinggi yang menghasilkan tenaga terampil sengan gelar sarjana sain terapan. Selama pendidikan, mata kuliah yang harus ditempuh ada 3, yaitu : Mata Kuliah Umum (MKU),  Mata Kuliah Dasar Keahlian (MKDK) dan Mata Kuliah Keahlian (MKK). Materi perkuliahan yang diberikan dibuat sedekat mungkin dengan aplikasi kebutuhan di lapangan baik yang bersifat perencanaan, teknik kegiatan, administrasi pertanahan, maupun penyelesaian sengketa pertanahan.


Materi perkuliahan diberikan selama 4 tahun dengan sistem kredit semester sebanyak 147 dengan penajaman materi sesuai dengan konsentrasi atau jurusan masing-masing. Selain itu, anda juga diwajibkan mengikuti praktek baik yang dilaksanakan di ruang laboratorium maupun di Laboratorium Desa melalui Kuliah Praktik Kerja Lapangan (PKL), dan juga mengikuti Kuliah Kerja Praktik Pertanahan Terpadu (KKPPT) yang diselenggarakan bekerjasama dengan kantor-kantor pertanahan di lingkungan BPN RI. Melalui kegiatan KKPPT ini diharapkan anda dapat mengenal lebih dekat ruang lingkup profesi dan pekerjaan yang akan mereka hadapi setelah lulus dari pendidikan.


  1. Program Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral (PPK).


Salah satu latar belakang dibukanya jurusan Program Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral (PPK) ini adalah karena adanya hukum tanah nasional dibidang pertanahan yang telah dimulai sejak ditetapkannya Undang-undang Pokok Agraria (UU Nomor 5 Tahun 1960). Pendaftaran tanah ke pemerintah yang sifatnya wajib, tujuannya yaitu untuk memberikan jaminan kepastian hukum hak atas tanah bagi pemilik tanah terhadap obyek hak (bidang tanah yang dimiliki) menjadi poin utama dari Undang-Undang tersebut. Selain itu, pendaftaran tanah juga bertujuan sebagai dasar informasi pertanahan, baik bagi pemerintah maupun masyarakat.


Mengingat kebutuhan tenaga dibidang tersebut semakin meningkat baik untuk pendaftaran tanah pertama kali maupun seiring dengan semakin tinggi intensitas perubahan kepemilikan tanah karena peralihan, pemecahan maupun penggabungan bidang-bidang tanah, maka sebagai akuntabilitas kepada pemerintah dan masyarakat, STPN ikut menyiapkan tenaga yang handal dibidang pengukuran dan pemetaan kadastral. Oleh sebab itulah, Penyelenggaraan Pendidikan Program Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral menjadi sangat penting dan vital untuk menunjang dicetaknya para ahli yang trampil di bidang pertanahan. 


Perlu anda tahu, pendidikan di program D1 ini hanya dilakukan selama 2 semester. Untuk dapat menjadi mahasiswa Diploma 1 Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional ini, anda harus memenuhi beberapa persyaratan yang memang sudah ditentukan oleh pihak yang terkait. Persyaratan D1 tersebut adalah sebagai berikut. 

  1. Lulusan SMA/MAN jurusan IPA dan SMK jurusan bangunan/survey pemetaan
  2. Usia maksimal 23 tahun
  3. Nilai rata – rata raport kelas 1 – 3, minimal 6,5
  4. Khusus untuk mata pelajaran Matematika, nilai rata – rata kelas 1 – 3, minimal 6,5


Apabila anda merasa berminat pada bidang pertanahan dan merasa mampu untuk memenuhi kualifikasi persyaratan tersebut, maka tidak ada salahnya anda mencoba dan berusaha untuk mendaftar. Jangan lupa belajar, semangat dan tentunya senantiasa berdoa.




Related Article