By Admin  Article Published 07 January 2017
 

 Sejarah, Tugas, Dan Visi Misi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Angkatan Darat – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat yang biasa dikenal dengan singkatan TNI Angkatan Darat ataupun TNI-AD merupakan salah satu cabang dari angkatan perang serta merupakan bagian dari TNI yang memiliki tanggung jawab atas operasi-operasi pertahanan negara kita Republik Indonesia yang ada di darat.

Angkatan Darat dibentuk tanggal 5 bulan Oktober tahun 1945 bersama dengan dibentuknya TNI dimana pada awal berdirinya memiliki nama Tentara Keamanan Rakyat atau disingkat TKR. Angkatan Darat dipimpin seorang Kepala Staf Angkatan Darat atau yang disingkat dengan KASAD dan  menjadi pemimpin yang tertinggi di Markas Besar Angkatan Darat atau MABESAD. Adapun kekuatan TNI-AD sekarang ini terdiri atas 2 komando utama atau kotama tempur diantaranya yaitu Kostrad dan Kopassus. Wilayah TNI-AD mempunyai 13 Komando Daerah Militer dan 44 Komando Resort Militer dimana masing-masing wilayah mempunyai satuan tempur tersendiri. Di samping komando utama tempur, Angkatan Darat juga mempunyai komando utama pendidikan untuk mendidik para perwira serta calon perwira Akademi Militer, Seskoad Secapa, dan juga komando utama pengembangan serta doktrin yaitu Kodiklat. Sejarah dan juga peran Angkatan Darat yang lebih lengkap dapat anda simak pada paragraf di bawah ini.

 

SEJARAH ANGKATAN DARAT

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya bahwa Angkatan Darat adalah bagian dari
Tentara Nasional Indonesia (TNI). TNI lahir di dalam kancah perjuangan dalam Indonesia mempertahankan dan menjaga kemerdekaan dari ancaman-ancaman Belanda yang memiliki ambisi untuk menjajah kembali Indonesia lewat kekerasan senjata. TNI adalah perkembangan organisasi yang awalnya berasal dari Badan Keamanan Rakyat atau BKR. Kemudian pada tanggal 5 bulan Oktober tahun 1945 berubah nama lagi sebagai Tentara Keamanan Rakyat atau TKR, yang kemudian untuk memperbaiki susunan agar sesuai dengan dasar-dasar militer international, maka dirubah lagi sebagai Tentara Republik Indonesia atau TRI.


Pada perkembangan selanjutnya usaha-usaha pemerintah dalam menyempurnakan tentara kebangsaan berjalan terus, seraya bertempur serta berjuang dalam menegakkan kedaulatan serta kemerdekaan bangsa. Adapun untuk mempersatukan dua kekuatan yang bersenjata yaitu TRI yang tugasnya sebagai tentara regular serta badan-badan perjuangan rakyat, pada tanggal 3 bulan Juni tahun 1947 Presiden kemudian mengesyahkan dengan resmi  Tentara Nasional Indonesia atau TNI.

Saat masa Orde Baru, TNI (Tentara Nasional Indonesia) digabung dengan (POLRI) Kepolisian Negara Republik Indonesia .Penggabungan ini telah membentuk sebuah badan yang memiliki nama ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) . Berdasarkan Ketetapan dari MPR No. VI/MPR/2000 maka ABRI kembali memakai nama TNI (Tentara Nasional Indonesia) sesudah adanya pemisahan peran antara POLRI dan TNI. TNI sejak kelahirannya menghadapi berbagai macam tugas dalam rangka membantu menegakkan kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) berdasarkan Pancasila serta UUD NKRI tahun 1945, dan melindungi segenap bangsa serta seluruh tumpah darah negara Indonesia dari ancaman-ancaman dan juga gangguan terhadap keutuhan negara dan bangsa.

  1. Mempertahankan Kemerdekaan

Angkatan Darat sebagai bagian TNI punya peran besar dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sesudah Proklamasi Kemerdekaan tahun 17 Agustus 1945 Indonesia menghadapi Belanda/Sekutu yang berusaha kembali menjajah bangsa Indonesia. Kedatangan Sekutu/Belanda memperoleh perlawanan dari TNI bersama rakyat. Perlawanan-perlawanan tersebut menimbulkan pertempuran di berbagai daerah, diantaranya seperti di Semarang tahun 1945, Ambarawa tahun 1945, Surabaya tahun 1945, Bandung tahun 1946, Medan tahun 1947, Palembang tahun 1947, Margarana tahun 1946, Menado tahun 1946, Sanga-Sanga tahun 1947, Agresi Militer Belanda ke I tahun 1947, Agresi Militer Belanda ke II tahun 1948, dan juga Serangan Umum pada 1 Maret 1949.

Saat menghadapi dan melawan Agresi Militer Belanda ke II, meski Pemerintah RI yang ketika itu pusatnya di Yogyakarta sudah menyerah, namun Panglima Besar Jenderal Soedirman masih tetap saja melanjutkan perjuangannya, dengan cara gerilya sebab berpegang teguh pada prinsip-prinsip kepentingan negara dan juga bangsa. Akibat dari adanya perlawanan tersebut pada akhirnya bangsa Indonesia dapat mempertahankan pengakuan kemerdekaan dan juga kedaulatan Republik Indonesia pada 27 Desember 1949. Berhasilnya perjuangan ini berkat kepercayaan diri yang sangat kuat, semangat juang dan pantang menyerah, serta berjuang tanpa pamrih dan tekad merdeka ataukah mati.

  1. Menjaga Keutuhan Negara Dan Bangsa

Angkatan Darat yang menjadi bagian dari TNI bersama dengan rakyat juga melaksanakan operasi di dalam negeri diantaranya seperti penumpasan terhadap pemberontakan PKI di Madiun pada 1948 dan juga Gerakan 30 September pada tahun 1965, selain itu juga terhadap pemberontakan DI/TII yang terjadi di Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Aceh, terhadap PRRI yang ada di Sumatera Barat, terhadap Permesta di Menado, terhadap Kahar Muzakar yang ada di Sulawesi Selatan, terhadap PGRS/Paraku yang ada di Kalimantan Barat, terhadap Republik Maluku Selatan yang ada di Ambon, terhadap GPLHT yang ada di Aceh, terhadap Dewan Ganda yang ada di Sumatera Selatan, serta OPM yang ada di Irian. Perjuangan-perjuangan ini dilaksanakan demi satu hal yaitu kepentingan menyelamatkan kehidupan baik berbangsa maupun bernegara dan berpegang teguh pada prinsip-prinsip demi kepentingan serta keutuhan NKRI. 

Selain itu operasi pengamanan juga dilaksanakan TNI AD terhadap kegiatan-kegiatan kenegaraan diantaranya seperti Pemilu, pengamanan terhadap konflik komunal, dan Sidang Umum/Sidang Istimewa MPR. Operasi-operasi pengamanan ini berdasarkan pada kepentingan negara serta bangsa, penyelamatan kehidupan baik berbangsa maupun bernegara.

 

TUGAS ANGKATAN DARAT

Angkatan Darat sebagai bagian dari Tentara Nasional Indonesia, berdasarkan pada pasal 7, ayat (1) Undang-Undang no. 34 tahun 2004, tugas-tugas pokok TNI AD yaitu menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Tugas pokok tersebut dibagi menjadi: operasi militer yang untuk perang serta operasi militer yang selain perang.

Angkatan Darat memiliki tugas operasi militer yang selain perang diantaranya meliputi operasi mengatasi gerakan separatis yang bersenjata, mengatasi pemberontakan yang bersenjata, mengatasi aksi dari terorisme, mengamankan wilayah-wilayah perbatasan, mengamankan objek-objek vital nasional yang sifatnya strategis, melaksanakan tugas-tugas perdamaian dunia sesuai kebijakan dari politik luar negeri, bertugas mengamankan Presiden dan juga Wakil Presiden beserta anggota keluarganya, memberdayakan wilayah-wilayah pertahanan dan juga kekuatan pendukungnya lebih secara dini sesuai sistem pertahanan semesta, membantu Kepolisian NKRI dalam rangka tugas-tugas keamanan dan juga ketertiban masyarakat yang telah diatur dalam undang-undang, membantu tugas-tugas pemerintahan di daerah, membantu mengamankan tamu-tamu negara yang setingkat dengan kepala negara dan juga perwakilan-perwakilan pemerintah asing yang berada di Indonesia, bertugas membantu menanggulangi akibat dari bencana alam, membantu pengungsian, dan juga pemberian bantuan kemanusiaan, selain itu juga membantu pencarian dan juga pertolongan dalam kecelakaan serta bertugas membantu pemerintah dalam rangka pengamanan pelayaran dan juga penerbangan terhadap perompakan, penyelundupan, dan pembajakan.

Sedangkan dibidang reformasi internal, angkatan darat sampai sekarang ini masih terus melakukan reformasi internalnya berdasarkan pada tuntutan reformasi nasional. Angkatan darat tetap pada komitmennya yaitu menjaga supaya reformasi internal bisa mencapai sasaran yang diharapkan dalam mewujudkan Indonesia yang baru dan lebih baik lagi dimasa mendatang dalam bingkai tetap berdiri tegaknya NKRI. Bahkan, sejak 1998 secara internal sebenarnya TNI termasuk di dalamnya Angkatan Darat sudah melakukan berbagai macam perubahan yang signifikan, diantaranya yaitu:

Pertama, merumuskan paradigma baru peran ABRI Abad XXI; kedua, merumuskan paradigma baru peran TNI yang lebih menjangkau ke masa depan, sebagai aktualisasi atas paradigma baru peran ABRI Abad XXI; ketiga; pemisahan Polri dari ABRI yang telah menjadi keputusan Pimpinan ABRI mulai 1-4-1999 sebagai Transformasi Awal; keempat, penghapusan Kekaryaan ABRI melalui keputusan pensiun atau alih status. (Kep: 03/)/II/1999); kelima, penghapusan Wansospolpus dan Wansospolda/ Wansospolda Tk-I; keenam, penyusutan jumlah anggota F.TNI/Polri di DPR RI dan DPRD I dan II dalam rangka penghapusan fungsi sosial politik; ketujuh; TNI tidak lagi terlibat dalam Politik Praktis/day to day Politics; kedelapan, pemutusan hubungan organisatoris dengan Partai Golkar dan mengambil jarak yang sama dengan semua parpol yang ada; kesembilan, komitmen dan konsistensi netralitas TNI dalam Pemilu; kesepuluh, penataan hubungan TNI dengan KBT (Keluarga Besar TNI); kesebelas, revisi Doktrin TNI disesuaikan dengan Reformasi dan Peran ABRI Abad XXI; keduabelas, perubahan Staf Sospol menjadi Staf Komsos; ketigabelas, perubahan Kepala Staf Sosial Politik (Kassospol) menjadi Kepala Staf Teritorial (Kaster); keempatbelas, penghapusan Sospoldam, Babinkardam, Sospolrem dan Sospoldim; kelimabelas, likuidasi Staf Syawan ABRI, Staf Kamtibmas ABRI dan Babinkar ABRI; keenambelas, penerapan akuntabilitas public terhadap Yayasan-yayasan milik TNI/Badan Usaha Militer; ketujuhbelas, likuidasi Organisasi Wakil Panglima TNI; kedelapanbelas, penghapusan Bakorstanas dan Bakorstanasda; kesembilanbelas, penegasan calon KDH dari TNI sudah harus pensiun sejak tahap penyaringan; keduapuluh, penghapusan Posko Kewaspadaan; keduapuluhsatu, pencabutan materi Sospol ABRI dari kurikulum pendidikan TNI; keduapuluhdua, likuidasi Organisasi Kaster TNI; keduapuluhtiga, likuidasi Staf Komunikasi Sosial (Skomsos) TNI sesuai SKEP Panglima TNI No.21/ VI/ 2005; keduapuluh empat, berlakunya doktrin TNI Tri Dharma Eka Karma (Tridek) menggantikan Catur Dharma Eka Karma (Cadek) sesuai Keputusan Panglima TNI nomor Kep/2/I/2007 tanggal 12 Januari 2007. Sebagai alat pertahanan negara, TNI berkomitmen untuk terus melanjutkan reformasi internal TNI seiring dengan tuntutan reformasi dan keputusan politik negara.

 

VISI DAN MISI TNI ANGKATAN DARAT

 

Visi

Solid, profesional, tangguh, modern, berwawasan kebangsaan dan dicintai rakyat.

 

Misi

1. Mewujudkan kekuatan, kemampuan dan gelar kekuatan jajaran TNI Angkatan Darat yang profesional dan modern dalam penyelenggaraan pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia di darat.

2. Meningkatkan dan memperkokoh jatidiri prajurit TNI Angkatan Darat yang tangguh, yang memiliki keunggulan moral, rela berkorban dan pantang menyerah dalam menjaga kedaulatan negara dan mempertahankan integritas keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.

3. Mewujudkan kualitas prajurit TNI Angkatan Darat yang memiliki penguasaan ilmu dan keterampilan prajurit melalui pembinaan doktrin, pendidikan dan latihan yang sistematis, dan meningkatkan kesejahteraannya. 

4. Mewujudkan kesiapan operasional penindakan ancaman baik dalam bentuk ancaman tradisional maupun ancaman non tradisional. Mewujudkan kerja sama militer dengan negara-negara sahabat. baik dalam rangka confidence building measure (CBM) maupun untuk meningkatkan profesionalitas prajurit.

5. Mewujudkan kemanunggalan TNI-Rakyat sebagai roh kekuatan TNI Angkatan Darat dalam upaya pertahanan negara.

 

ORGANISASI

Adapun Markas Besar TNI-AD ada di bawah koordinasi dari Markas Besar TNI. Sedangkan perwira ter-senior AD, Kepala Staf TNI AD, merupakan perwira tinggi yang berbintang empat dan pangkat Jenderal mengepalai AD di bawah pimpinan Panglima Tentara Nasional Indonesia.

 

KEPALA STAF

Adapun jabatan tertinggi di TNI AD yaitu Kepala Staf TNI AD, yang di jabat oleh seorang Jenderal yang berbintang empat.  

 

PANGKAT

Seperti di cabang-cabang yang lainnya, kepangkatan TNI AD terdiri atas Perwira, Bintara serta Tamtama. Adapun pangkat yang tertinggi di TNI AD yaitu Jenderal Besar bintang lima. Hingga sekarang ini terdapat 3 perwira TNI AD yang diberi anugerah pangkat tersebut yaitu Jenderal Besar Soedirman, Jenderal Besar A.H. Nasution, serta Jenderal Besar Soeharto.

 

KOMANDO UTAMA TEMPUR

Adapun Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad) dipimpin Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi. Sedangkan Kopassus  (Komando Pasukan Khusus) dipimpin Mayor Jenderal TNI Muhammad Herindra.

 

KOMANDO UTAMA DAERAH

  1. Kodam Iskandar Muda
  2. Kodam I/Bukit Barisan
  3. Kodam II/Sriwijaya
  4. Kodam Jaya
  5. Kodam III/Siliwangi
  6. Kodam IV/Diponegoro
  7. Kodam V/Brawijaya
  8. Kodam VI/Mulawarman
  9. Kodam VII/Wirabuana
  10. Kodam IX/Udayana
  11. Kodam XII/Tanjungpura
  12. Kodam XVI/Pattimura
  13. Kodam XVIICendrawasih

 

BADAN PELAKSANA DI TINGKAT PUSAT

  1. Pusat Polisi Militer AD
  2. Pusat Intelijen AD
  3. Pusat Penerbangan AD
  4. Pusat Teritorial AD
  5. Direktorat Topografi AD
  6. Direktorat Ajudan Jenderal AD
  7. Direktorat Kesehatan AD
  8. Direktorat Zeni AD
  9. Direktorat Pembekalan Angkutan AD
  10. Direktorat Perhubungan AD
  11. Direktorat Hukum AD
  12. Direktorat Peralatan AD
  13. Dinas Penerangan AD
  14. Dinas Psikologi AD
  15. Dinas Informasi AD
  16. Dinas Penelitian & Pengembangan AD
  17. Dinas Pembinaan Mental AD

 

LEMBAGA PENDIDIKAN & PENGEMBANGAN

  1. Kodiklat yang dipimpin Letnan Jenderal TNI Agus Kriswanto
  2. Sekolah Staf  & Komando AD yang dipimpin Mayor Jenderal TNI Pratimun
  3. Akademi Militer yang dipimpin Mayor Jenderal TNI Hartomo, S.Ip. 
  4. Resimen Induk Kodam
  5. Sekolah Calon Perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat yang dipimpin Brigadir Jenderal TNI AAB Maliogha

 

TINGKAT KOTAMA DAERAH

Angkatan Darat tingkat kotama yang daerah pertama yaitu KODAM (Komando daerah militer) yang wilayah pertahanannya meliputi satu provinsi ataupun lebih, Kodam dipimpin oleh pewira dengan pangkat Mayor Jenderal, yang mana dibawah Kodam terdapat KOREM (Komando resort militer) yang wilayahnya meliputi wilayah luas ataupun keresidenan. Adapun Korem dipimpin oleh perwira berpangkat Kolonel, kemudian di bawah Korem terdapat KODIM (Komando distrik militer) yang daerahnya meliputi daerah satu Kabupaten atau Kota ataupun lebih. Adapun Kodim dipimpin oleh seorang perwira yang berpangkat Letnan Kolonel, namun terdapat beberapa Kodim yang tidak meng-induk kepada Korem akan tetapi langsung kepada Kodim (berdiri sendiri) maka pimpinannya memiliki pangkat Kolonel. Sedangkan dibawah Kodim terdapat KORAMIL (Komando rayon militer) yang wilayahnya terdiri satu Kecamatan atau bahkan lebih, koramil dipimpin perwira dengan pangkat Kapten ataupun Mayor (untuk kodim yang berdiri sendiri).

Sekian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai sejarah, tugas, visi misi, dan informasinya lainnya seputar Angkatan Darat, semoga bermanfaat.


Penulis : Agung 

Sumber:

http://www.tniad.mil.id/index/sample-page-2/sejarah// 

 

http://www.wikiwand.com/id/Tentara_Nasional_Indonesia_Angkatan_Darat

 

http://angkatan-darat.blogspot.co.id/2012/07/visi-misi-tni-angkatan-darat.html

 


Related Article