By Admin  Article Published 07 February 2017
 

Profil Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia - Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia merupakan sekolah yang masih berkaitan dengan ikatan dinas. Sekolah ini mempersiapkan siswanya agar bisa menerapkan keahlian profesional mereka dalam bidang yang berhubungan dengan penerbangan. STPI mempunyai tugas dan juga fungsi untuk mendidik para peserta didiknya untuk menjadi SDM yang ahli dan juga terampil dalam hal penerbangan, yang bisa diakui secara nasional ataupun internasional. Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) ini berdiri dibawah Kementerian perhubungan Indonesia. Salah satu  STPI di Indonesia adalah STPI Curug yang bertempat di Curug, Tangerang,  Banten. Sebelum bertempat di Tanggerang, dahulunya Sekolah ini bernama Akademi Penerbang Indonesia (API) yang bertempat di Jakarta. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Profil Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, simak uraianya berikut ini.

Sejarah Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia

Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) merupakan  perguruan tinggi ikatan dinas yang mempunyai untuk menyelenggarakan program pendidikan dalam bidang penerbangan.STPI berlokasi di =komplek Bandar Udara Budiarto. Kampus ini  mempunyai lahan seluas 545 Ha, dan bertempat di 4 daerah yakni Rancagong, Kemuning, Serdang Wetan dan juga  Palasari di kec. Legok, kewedanan Curug, kab. Tangerang, Propinsi Banten.Awalnya STPI bernama Akademi Penerbangan Indonesia (API). Sekolah ini pertama kali didirikan tanggal 1-06-1952 di daerah Gempol, Kemayoran Jakarta. Karena teknologi penerbangan yang semakin berkembang dan meningkatnya keperluan industri penerbangan, API mengalami perubahan beberapa kali baik dalam nama ataupun statusnya, seperi pada tahun 1954, API mulai pindah ke daerah Curug, Tangerang.

Kemudian, tahun 1969, nama API berubah menjadi Lembaga Pendidikan Perhubungan Udara atau LPPU yang berdiri di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Selanjutnya pada tahun 1978,  Lembaga Pendidikan Perhubungan Udara mengubah namanya menjadi Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan (PLP) yang berada di bawah Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan. Terakhir tahun 2000, pada tanggal 10-03-2000, berdasarkan pada  Keputusan Presiden Nomor 43 Tahun 2010 Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan (PLP)  mengubah namanya menjadi Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia atau STPI hingga sekarang.

 

Visi dan Misi Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia

Visi

Menghasilkan lulusan yang diakui secara nasional dan internasional untuk menuju pusat keunggulan (Centre of Excellence) yang berstandar internasional.

Misi

Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan serta penelitian teknologi terapan di bidang penerbangan dalam rangka mencerdaskan bangsa dengan menciptakan sumber daya manusia penerbangan yang memiliki iman dan taqwa, berkualitas internasional, mampu, bersaing, mandiri dan profesional.

Tujuan

Membentuk manusia penerbangan Indonesia yang ahli dan terampil dalam bidangnya, memiliki sikap sesuai Lima Citra Manusia Perhubungan, memiliki jiwa korsa yang tinggi, berbudi pekerti luhur, memiliki kesadaran bertanggungjawab dalam pengembangan dunia penerbangan dan mewujudkan keselamatan penerbangan serta siap memangku jabatan negara atau jabatan dalam organisasi penerbangan.

Jurusan 

Seperti yang diuraiakan pada Profil Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia diatas, STPI memiliki 4 jurusan yaitu :

  1. 1. Penerbang (D II)
  1. a) Penerbang Sayap Putar
  2. b) Penerbang Sayap Tetap
  3. c) Flight Operation Officer (FOO)/Operasi Pesawat Udara
  1. 2. Teknik penerbangan (D III)
  1. a) Teknik Pesawat Udara
  2. b) Teknik Telekomunikasi dan Navigasi Udara
  3. c) Teknik Mekanikal Bandar Udara
  4. d) Teknik Listrik Bandar Udara
  5. e) Teknik Bangunan dan Landasan
  1. 3. Keselamatan penerbangan (D III)
  1. a) Pertolongan Kecelakaan Penerbangan
  2. b) Penerangan Aeronautika
  3. c) Pemanduan Lalu Lintas Udara
  4. d) Komunikasi Penerbangan
  1. 4. Manajemen penerbangan (D III)
  1. a) Administrasi Perhubungan Udara
  2. b) Operasi Bandar Udara
  3. c) Manajemen Transportasi Udara


Sarana dan Prasarana Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia


1. Umum

Sarana umum dari STPI adalah laboratorium bahasa, gedung perkantoran utama, asrama yang  berkapasitasn hingga 1117 taruna, perpustakaan, tempat makan yang berkapasitas 450 kursi, rumah sakit yang berkapasitas 20 tempat tidur. Selain itu ada juga fasilitas olahraga yang tersedia di STPI seperti lapangan bola voli, sepak bola, bola basket,  tenis lapangan, gedung serbaguna, kolam renang dan masih banyak lainya. STPI juga menyediakan tempat ibadah seperti  masjid yang bisa menampung 600 orang dan gereja yang bisa menampung 50 orang. Fasilitas lainya adalah tenaga listrik dengan kapasitas 700 kV dan perumahan sejumlah 139 dan mess/wisma yang berjumlah 48 kamar.

2. Pendidikan Penerbang

Fasilitas untuk pendidikan penerbang adalah pesawat mesin tunggal yang berjumlah 49 buah berjenis Tomahawk PA-38-112, Socata TB-10,  Sundowner BE-23, Piper Dakota PA-28-236dan TB 700. Lalu, pesawat dengan mesin ganda yang berjumlah 11 buah dengan  jenis pesawat BE-58 dan Beechcraft Baron BE-55. Kemudian ada juga 1 helikopter Bell-206dna  simulator berjumklah 12 buah yang berjenis Socata, Beechcraft, ATC 710 dan juga GAT 1. Terakhir adalah Laboratarium Radiotelephony uang kelas berjumlah 9 ruangan.

3. Pendidikan Teknik Penerbangan

Untuk pendidikan teknik penerbangan fasilitas yang tersedia antara lain adalah bengkel dan juga laboratarium sheet metal, gas turbine, GWS, menggambar teknik, hydraulic,  instrument, welding, digital, elektronika dan analog, VOR, DME, Tx/Rx, mesin listrik, sistem pendingin, instrumen listrik, penerangan bandara, instalasi, komputer, fisika, baterai, genset otomatis dan juga ruang kelas berjumlah 19 ruangan.

4. Pendidikan Keselamatan Penerbangan

Fasilitas yang tersedia untuk jurusan pendidikan keselamatan penerbangan adalah senior ATC, laboratarium junior ATC, AMSC, radar ATC dan komputer. Lalu ada pula kendaraan untuk pertolongan kecelakaan penerbangan dan juga ruang kelas berjumlah 11 ruangan.

5. Manajemen Penerbangan

Slanjutnya fasilitas untuk pendidikan manajemen penerbangan meliputi laboratorium komputer dan juga ruang kelas berjumlah 3 ruang.


Penyelenggaraan Diklat


Penyelenggaraan diklat antara lain berupa pembinaan moral dan mental, kegiatan akademik, serta pengembangan kreativitas yang meliputi.

  1. 1. Pembinaan mental

Masa dasar pembinaan mental diadakan selama kurang lebih dua minggu.  Pembinaan tersebut beris kegiatan PPM dan PBB , pengenalan matra dirgantara, pengenalan lingkungan sekitar kampus, penjelasan tata tertib,  pembekalan tata kehidupan asrama dan masih banyak lainya.

  1. 2. Pembinaan Disiplin

Pembinaan disiplin memakai instrumen peraturan tata tertib taruna atau PTTT dengan memakai sistem angka kesalahan. Jika taruna melakukan kesalahan, maka mereka akan diberika sanksi yang berupa angka dari 1-100. Setelah menerima tahap peringatan yakni dari angka 25 untuk peringatan pertama, angka 50 untuk peringatan kedua, dan angka 75 untuk peringatan ketiga, maka pendidikan taruna bisa diberhentikan bila angka kesalahannya sudah mencapai 100 ataupun lebih.

  1. 3. Pendidikan dan pelatihan

Kegiatan diklat berisi berbagai jenis kegiatan. Jenis kegiatan yang diadakan tergantung pada  program yang antara lain berupa 

  • Teori dan praktek di STPI
  • Praktek lapangan  yang ada di bandar udara di seluruh perusahaan penerbangan di Indonesia ataupun instansi lainnya
  • Terbang cross country untuk penerbang.


  1. 4. Pengembangan kreativitas

Pengembangan kreativitas taruna berisi kegiatan antara lain adalah marching band,  aeromodelling,  Band/musik, olahraga dan masih banyak lainya.


Kurikulum


Pendidikan Profesional yang dilaksanakan di STPI berdasarkan kurikulum yang dibuat, disetujui dan juga disahkan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Hal tersebut mengacu pada beberapa sumber dan  meliputi  beberapa hal seperti berikut ini:

1. Diklat Awal

a. Mata Kuliah Umum (MKU) yakni jenis mata kuliah wajib yang departemen Pendidikan nasional tentukan 

b. Mata Kuliah dasar keahlian (MKDK) yakni jenis mata kuliah yang dibuat oleh dan telah sesuai dengan keperluan Departemen Perhubungan 

c. Mata Kuliah Keahlian (MKK) yakni mata kuliah yang menjadikan kurikulum yang dibuat oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional sebagai acuan. 


2. Diklat Khusus

Kurikulum yang dibuat untuk diklat khusus umumnya disesuaikan dengan sponsor atau instansi yang bersangkutan setelah memperoleh pengesahan dariDitjen Perhubungan Udara, LANdan jugaBadan Diklat Perhubungan.

Pendaftaran Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia

  1. 1. Persyaratan masuk ke STPI

Untuk bisa masuk ke STPI maka calon siswa harus memenuhi syarat berikut ini

  1. 1) Berusia minimal 17 tahun 
  2. 2) Sudah lulus SMA/MA/sederajat untuk Jurusan IPA dan Lulusan SMK dalam bidang teknik listrik, otomotif, mesin, dan elektronika.
  3. 3) Status single. 
  4. 4) Tinggi dan berat badan proporsional. Untuk bisa masuk ke sekolah penerbangan ini adalah 165 cm untuk wanita dan 170 cm untuk pria. Berat badan calon peserta harus proporsional dan juga sesuai dengan tinggi badanya. 
  5. 5) Sehat secara fisik dan juga mental. Aspek kesehatan adalah hal utama yang cukup menentukan apakah calon peserta bisa masuk  ke sekolah STPI ataupun tidak. Urin, mata dan juga gigi adalah hal utama yang biasanya diperiksa. Kandidat yang mempunyai gangguan mental dan juga jiwa tidak akan bisa diterima di sekolah penerbangan ini.

Jika sudah telah memenuhi semua kriteria yang dijelasakan di atas, maka para calon peserta  harus melakukan serangkaian  tes seleksi seperti Seleksi administrasi, TPA (Tes Potensi Akademik), Tes Kesehatan I, Psikotes, Tes Kesemaptaan, Wawancara, Tes Kesehatan II dan juga Tes bakat terbang

  1. 2. Cara mendaftar ke STPI

Untuk bisa mendaftar ke Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia maka para calon peserta didik harus mempunayai formulir pendaftaran STPI. Untuk memperoleh formulir tersebut para calon peserta dapat mendatangi lokasi Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia secara langsung ataupun bisa melalui situs Website yang telah disediakan oleh ke Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia  di www.stpicurug.ac.id. Untuk calon pendaftar STPI yang ingin mengisi formulir pendaftaran tersebut, maka mereka harus memperhatikan cara mengisi formulir pendaftaran, sebab tata cara pengisian formulir adalah hal yang sangat penting mengingat dalam formulir tersebut para calon peserta didik akan diminta menentukan pilihan jurusan.

Pendaftaran di ke Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia  dibuka setiap tahunnya untuk mencari generasi pemuda bangsa yang ingin mengabdikan dirinya dalam dunia penerbangan. Dengan pendaftaran ke Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia  yang telah disediakan secara online, maka para calon pendaftar bisa mendaftar dengan mudah tanpa harus datang ke kampus STPI langsung. Setelah mengisi formulir pendaftaran, maka peserta harus melaksankan langkah pendaftaran selajutnya yaitu

  1. 1. Membayar uang pendaftaran
  2. 2. Melampirkan bukti pembayaran melalui bank yang ditunjuk oleh pihak STPI
  3. 3. Memberikan Fotocopy ijazah 1 lembar
  4. 4. Memberikan surat kelulusan 1 lembar
  5. 5. Memberikan Fotocopy Raport yang sudah dilegalisir
  6. 6. Menyetorkan pas foto ukuran 4 x 6 cm sebanyak 2 lembar
  7. 7. Menyerahkan SKCK

Tanggal dan juga waktu pendaftaram sudah ditentukan oleh para pihak STPI. Seusai pendaftaran maka para calon peserta akan diminta melakukan tes potensi seperti tes wawancara, sikologi,  dan tes kesehatan.Untuk itu peserta harus di wajibkan untuk mempersiapkan diri mereka jauh – jauh hari. Untuk calon peserta yang sudah mengirimkan mendaftardan mengikuti serangkaian tes  di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia , maka harus menunggu beberapa waktu dahulu untuk bisa melihat hasil penguman.Pengumuman bisa berisi siswa lulus atauk gagal dalam melaksankan tes di STPI. Yang harus anda ketahui adalah biaya masuk ke STPI cukup besar. Hal ini karena keperluan pendidikan di STPI ini cukup besar. Pendidikan yang diselenggarakan di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia  ini diperkirakan mencapai 200 juta rupiah. Bila calon peserta STPI memang memiliki minat yang besar untuk menimba ilmu di STPI sangat sarankan untuk menyiapkan biaya sebesar itu.

Alumni Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia

Sudah cukup banyak alumni Sekolah Tinggi Ilmu Penerbangan yang lulus dan melanjutkan karirnya dalam dunia penerbanagan. Mereka tersebar di banyak perusahaan penerbangan baik lokal ataupun asing. Bahkan tidak jarang yang menjadi pejabat di Kemenhub RI. Hampir 100% lulusan STPI telah berkarir dalam dunia penerbangan terutama untuk  lulusan penerbang. Sedangkan untuk teknik penerbangan dan ATC belum semua. Kebutuhan akan pilot di Indonesia sendiri berjumlah 400 hingga 500 orang per tahun. Sedangkan STPI hanya memiliki kemampuan  untuk mendidik pesertanya antara 100 hingga 150 orang per tahunya. Bila ditambah dengan jumlah lulusan dari sekolah-sekolah penerbangan lainya, jumlahnya juga sekitar 150 orang. Jadi, jumlah penerbang yang paling banyak diluluskan setiap tahunya adalah sekitar 300 orang. Bukan hal yang aneh bila lulusan penerbang langsung diserap oleh maskapai penerbangan.

Beberapa  maskapai pnerbangan nasional yang memiliki simulator dan juga fasilitas pendidikanya sendiri, seperti Lion Air, Garuda Indonesia, Wings Air, Sriwijaya Air dan Batik Air. Rata-rata perusahaan tersebut mengambil pilot lulusan STPI. Dengan mebempuih pendidikan penerbangan selama 24 bulan (setara Diploma II), para lulusan tersebut sudah bisa mengantongi lisensi CPL. Para lulusan tersebut tinggal mencari ratting saja agar dapat terbang dan membawa pesawat mereka sendiri. Selain itu maskapai nasional diatas, banyak juga maskapai charter yang juga mengambil lulusan dari STPI. Cukup banyak maskpai charter yang menjadi pemakai penerbang lulusan STPI. Untuk mereka, mengambil lulusan STPI lebih mudah dan cepat. Mereka hanya perlu menambah jam terbang, mencari ratting dan mereka bisa terbang secara komersial. 

Harus diakui jika mutu lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Penerbangan tidak kalah jika dibandingkan dengan sekolah penerbang di negara yang lainya, jadi tidak heran bila banyak maskapai asing yang mencari penerbang lulusan STPI. Hal tersbeut bisa menjadi indikasi bila lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Penerbangan dapat diterima oleh pasar.

Selanjutnya, dedikasi, profesionalime dan juga pengabdian mereka terhadap perusahaan dapat dibentuk sering berjalanya waktu. Itu adalah tantangan untuk perusahaan untuk ikut membina mereka. Fasilitas simulator, praktikum, Bandara Sudiarto Curug dan instruktur yang professional adalah nilai tambah tersendiri untuk STPI. Semuanya sudah tersedia di 1  area kampus. Jika dibandingkan dengan sekolah penerbangan lainya, STPI adalah sekolah yang terbaik dan memiliki fasilitas yang terlengkap. Kualitas lulusan STPI juga cukup unggul baik dalam hal wawasan ataupun ketrampilan mereka. Inilah yang membuat Profil Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia semakin terdepan.


Penulis : Agung

Sumber: 

www.stpicurug.ac.id/

https://www.masukuniversitas.com/syarat-masuk-sekolah-tinggi-penerbangan-indonesia/

http://himasurya.tripod.com/suplemen/infoptk/stpi.html

http://www.sekolah-penerbangan.com/stpi-curug/

 

 


Related Article