By Sasang Priyo Sanyoto  Article Published 08 February 2017
 

Pengertian dan Sejarah Akademi Kemiliteran

Akademi Militer atau yang disingkat Akmil ini merupakan sekolah pendidikan TNI Angkatan Darat yang ada di Kota Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Akademi Militer ini mencetak Perwira TNI Angkatan Darat. Jika dilihat secara organisasi, Akademi Militer ini berada di dalam struktur organisasi TNI Angkatan Darat, yang dipimpin langsung oleh Gubernur Akademi Militer yang sekarang ini dijabat oleh Mayjen TNI Hartomo,S.IP dan yang di wakili  oleh Brigjen TNI Dudung Abdurrahman, S.E, M.M.

Calon Taruna Akmil ini adalah lulusan SMA maupun MA (IPA dan IPS untuk Taruna, IPA dan IPS untuk Taruni). Akmil adalah pendidikan ikatan dinas yang dibiayai oleh negara. Pendidikan Akmil ini di tempuh dalam waktu 4 tahun. Dengan rincian Pendidikan Dasar Keprajuritan Chandradimuka yang dilaksanakan dengan taruna AAL dan juga AAU selama 1 tahun, tingkat I s/d tingkat IV selama 4 tahun. Taruna atau Taruni Akmil ini berhak menyandang predikat sebagai Sarjana Terapan Pertahanan (S.ST.Han). Memang jejarah Akademi Militer atau Akmil ini bermula dari didirikannya Militaire Academie (MA) pada tanggal 31 Oktober 1945 atas perintah Kepala Staf Umum Tentara Keamanan Rakyat, Letnan Jenderal TNI Oerip Soemohardjo. 

Di tahun 1950, MA Yogyakarta ini setelah meluluskan dua angkatan, sebab alasan tehnis, ditutup untuk sementara dan juga taruna angkatan ketiga menyelesaikan pendidikan di KMA Breda, Nederland. Dalam kurun waktu yang sama juga di berbagai tempat lain seperti (Malang, Mojoagung, Jombang, Salatiga, Tangerang, Palembang, Bukit Tinggi, Brastagi, Prapat) ini di dirikan Sekolah Perwira Darurat untuk memenuhi keperluan TNI AD atau ABRI kala itu. Di tanggal 1 Januari 1951 di Bandung ini didirikan SPGI AD atau Sekolah Perwira Genie Angkatan Darat. Dan pada tanggal 23 September 1956 berubah menjadi ATEKAD yaitu Akademi Teknik Angkatan Darat. Sementara itu juga di tanggal 13 Januari 1951 didirikan juga P3AD atau Pusat Pendidikan Perwira Angkatan Darat yang ada di Bandung. 

Mengingat kal itu banyak sekolah perwira TNI AD, maka juga muncul gagasan dari pimpinan TNI AD untuk mendirikan suatu Akademi Militer, adapun gagasan ini pertama kali dimunculkan dalam sidang parlemen oleh Menteri Pertahanan di tahun 1952. Setelah melewati berbagai proses, maka pada tanggal 11 November 1957 pukul 11.00 Presiden RI Ir Soekarno yang merupakan selaku Panglima Tertinggi Angkatan Perang RI ini meresmikan pembukaan kembali Akademi Militer Nasional yang berkedudukan di Magelang. Akademi Militer ini adalah kelanjutan dari MA Yogyakarta dan juga taruna masukan tahun 1957 yang dinyatakan sebagai Taruna AMN atau angkatan ke-4. Pada tahun 1961 Akademi Militer Nasional Magelang di integrasikan dengan ATEKAD Bandung dengan nama Akademi Militer Nasional yang kala itu berkedudukan di Magelang. Mengingat masing-masing angkatan (AD, AL, AU dan Polri) memmpunyai Akademi, maka pada tanggal 16 Desember 1965 semua Akademi Angkatan (AMN, AAL, AAU dan AAK) juga diintegrasikan menjadi Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI). 

Sesuai dengan tuntutan tugas, diada tanggal 29 Januari 1967 Akabri yang ada Magelang diresmikan menjadi Akabri Udarat, yang meliputi dua Akabri di bagian di bawah satu pimpinan, yakni Akabri Bagian Umum dan juga Akabri bagian Darat. Akabri Bagian Umum ini mendidik taruna TK-I selama kurang lebih satu tahun, termasuk Pendidikan Dasar Keprajuritan Chandradimuka, sedangkan untuk Akabri bagian Darat mendidik taruna Akabri Bagian Darat mulai dari TK-II hingga dengan TK-IV. Di tanggal 29 September 1979 Akabri Udarat ini berubah namanya menjadi Akabri Bagian Darat. Dan dalam rangka reorganisasi di lingkungan ABRI, maka pada tanggal 14 Juni 1984 Akabri Bagian Darat ini berubah nama menjadi Akmil atau Akademi Militer.

Pada tanggal 1 April 1999 secara resmi Polri juga terpisah dari tiga angkatan lain dan ABRI berubah menjadi TNI. Semenjak itu juga Akademi Kepolisian sudah terpisah dari AKABRI. Selanjutnya AKABRI berubah nama menjadi Akademi TNI yang terdiri dari AKMIL, AAL dan AAU. Berdasar Perpang Nomor :Perpang/ 28/ V/ 2008 tanggal 12 Mei 2008 Pendidikan Dasar Keprajuritan Chandradimuka dan juga Integratif Akademi TNI pola 12 bulan langsung di bawah Mako Akademi TNI. Selanjutnya AKMIL menyelenggarakan pendidikan khusus Taruna Angkatan Darat tingkat II, III dan juga IV.


 

Kegiatan Pendidikan

Penyelenggaraan pendidikan di Akademi Militer memakai upaya pengajaran dan juga pengasuhan yang dilaksanakan secara simultan, serasi dan seimbang untuk membentuk dan juga membina kepribadian, intelegensia dan juga fisik peserta didik guna untuk mencapai tujuan pendidikan. Kegiatan pengajaran ini dilaksanakan di kelas dan laboratorium dengan memakai metode yang praktis. Kegiatan latihan lapangan dilaksanakan dengan cara terprogram, bertingkat, bertahap dan juga berlanjut sesuai dengan tingkatnya masing-masing.

Pemantapan kemampuan dan juga keterampilan teknis keprajuritan perorangan dilaksanakan dalam Latihan Pramuka Yudha. Untuk Taruna Tingkat tiga memberi bekal pengalaman kepemimpinan lapangan dan juga kerja sama antar kecabangan dalam operasi darat terpadu dan juga menggunakan teknik dan taktik tingkat kesatuan kecil dilaksanakan Gladi Lapang Widya Yudha untuk Taruna tingkat tiga dan juga empat. 

Latihan Praja Bhakti adalah kegiatan untuk mengenali problema sosial kemasyarakatan dan juga penghayatan kemanunggalan TNI-Rakyat yang dilaksanakan di daerah pedesaan. Dan dalam latihan ini, Taruna hidup dengan rakyat dan juga membantu rakyat melakukan pembangunan daerahnya. Kegiatan latihan ini terdiri dari : riset sosial, Karya Bhakti, Penyuluhan dan juga Pengenalan Akmil. Pengasuhan ini dilaksanakan dengan ekstra kurikuler dengan tujuan untuk menumbuhkan, mengembangkan dan juga memantapkan kepribadian, intelegensia serta jasmani Taruna guna untuk memupuk jiwa kepemimpinan sebagai Calon Perwira TNI AD. Adapun kegiatan pengasuhan ini diprogramkan sepanjang tahun Akademi dan pelaksanaannya ini di kendalikan dan juga diawasi oleh Resimen Taruna. 

Kegiatan Ekstra Kurikuler yang disediakan bagi Taruna sesuai dengan minat, bakat dan pilihannya sendiri, antara lain : Keagamaan, Olah Raga, Kesenian, Beladiri, Bahasa Asing dan Komputer/IT. Selain pendidikan yang sifatnya kematraan, dilaksanakan kegiatan yang sifatnya integrasi antar Taruna Akademi Angkatan dibawah supervisi Danjen Akademi TNI yang terdiri dari : 

  • Pendidikan Dasar Keprajuritan Chandradimuka selama 1 tahun (berdasarkan Perpang/28/V/2008, tgl 12 Mei 2008).
  • Pekan Integrasi dan juga Kejuangan Taruna (PIKTAR).
  • Latihan Integrasi Taruna Dewasa Nusantara (LATSITARDANUS).
  • Upacara Prasetia Perwira.


 

Lambang Akademi Militer

1.    Kadga (ponyard) terhunus tegak menghadap ke bawah yang bermakna setiap taruna memegang teguh disiplin, rela berkorban, jujur, penolong sesama tanpa mengutamakan kepentingan pribadi, berjiwa yang luhur dan selalu waspada sebagai Bhayangkara Negara.

2.    Bunga teratai yang bermakna seorang prajurit yang selalu tumbuh, bersatu dan menjadi dinamisator dan juga stabilisator masyarakat dapat berdiri sendiri tanpa menggantung nasib  pada siapapun dan bertujuan mewujudkan keamanan dan juga kemakmuran yang abadi.

3.    Buku/kitab yang melambangkan ketekunan dalam mencapai profesionalisme dan juga menyiapkan diri sebagai organisator dan juga pemimpin yang bijaksana.

4.    Setangkai melati yang berkuncup lima melambangkan taruna sebagai kuncup yang akan mekar yang dengan jiwa Sumpah Prajurit akan menjadi pembela ideologi negara Pancasila.

5.   Setangkai padi berbuah tujuh yang bermakna berlandas Saptamarga bertujuan mencapai kemakmuran bangsa dan juga negara yang merdeka, berdaulat, bersatu, adil dan juga makmur.

6.    Melati dan juga padi yang masing-masing berseloka tiga melambangkan tiga unsur dalam kehidupan yakni Purwo, Wasono, Madyo serta Niat, Tekad, Patrap yang berarti setiap kali kita melakukan tindakan harus penuh dengan pertimbangan dan juga dilandasi dengan tekad yang bulat serta penuh rasa tanggung jawab.

7.    Angka 1945 dan juga 1957 bermakna : Akademi Militer yang dibuka kembali oleh Presiden Republik Indonesia sejak tahun 1957 merupakan kelanjutan dari Akademi Milter Yogyakarta yang dibuka tahun 1945, serta semangat juang, kepahlawanan, keprajuritan dan juga nilai 45 selalu akan diwarisi oleh para taruna Akademi Militer.

8.    Tulisan seloka yang bunyinya "ADHITAKARYA MAHATVAVIRYA NAGARA BHAKTI " yang memiliki makna : Sebagai Ksatria yang rajin dan juga giat menuntut ilmu untuk diamalkan dengan gagah berani serta bercita-cita luhur sebagai patriot bangsa.


 

VISI dan MISI Akademi Militer

  1. Visi :

 

“Melahirkan Perwira yang memiliki karakter, berpengetahuan global, berwawasan kebangsaan dan profesional serta dicintai rakyat.”

  1. Misi

a.    Membentuk Taruna menjadi Perwira yang memiliki karakter, sikap dan perilaku sebagai prajurit Saptamarga.

b.    Membekali Taruna dengan pengetahuan dan keterampilan dasar keprajuritan yang berkemampuan intelektual setingkat akademi/ perguruan tinggi.

c.     Membentuk Taruna yang memiliki kesemaptaan jasmani yang prima.

d. Mengoptimalkan kinerja organisasi melalui program pembinaan satuan dengan melaksanakan validasi organisasi, pengisian materiil, penataan pangkalan, melengkapi peranti lunak dan pemenuhan sarana prasarana pendidikan dan pembinaan latihan.

e.    Membantu meningkatkan peran 10 komponen pendidikan.

 f.  Meningkatkan kualitas hasil didik (Taruna) agar menjadi Perwira Profesional sebagai pemimpin masa depan dan dicintai rakyat.

g.   Meningkatkan peran dan fungsi pengkajian dan pengembangan.

h. Melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pembinaan teritorial terbatas di sekitar pangkalan dan daerah latihan.


 

Tips Masuk Akademi Militer

 1. PERSYARATAN UMUM

  • Warga Negara Republik Indonesia.
  • Beriman da bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun1945.
  • Berumur sekurangnya 17 tahun 9 bulan dan tidak lebih dari 22 tahun pada saat pembukaan pendidikan tanggal 1 Agustus 2013.
  • Sehat jasmani dan rohani.

2. PERSYARATAN LAIN

  • Pria/Wanita, bukan anggota/mantan prajurit TNI/Polri dan PNS TNI.
  • Berijazah SMA/MA atau yang setara, program IPA dengan ketentuan nilai UAN:
  • Lulusan tahun 2010, nilai rata-rata tidak kurang dari 6,5 (dari 10 mata pelajaran) dan bagi calon yang menggunakan kacamata / lensa kontak dengan ukuran maksimal 1 Dioptri, nilai rata-rata tidak kurang dari 7,5.
  • Lulusan tahun 2011, nilai rata-rata tidak kurang dari 7 dan tidak ada nilai dibawah 6 (gabungan nilai UN dan nilai sekolah) dan untuk calon yang memakai kacamata atau lensa kontak dengan ukuran maksimal 1 Dioptri, nilai rata-rata tidak kurang dari 8 dan tidak ada nilai dibawah 7.
  • Lulusan tahun 2012, nilai rata-rata tidak kurang dari 7,25 dan tidak ada nilai dibawah 6 (gabungan nilai UN dan nilai sekolah) dan bagi calon yang menggunakan kacamata / lensa kontak dengan ukuran maksimal 1 Dioptri, nilai rata-rata tidak kurang dari 8,25 dan tidak ada nilai dibawah 7.
  • Khusus untuk calon putra asli Papua dan Papua Barat nilai akhir rata-rata minimal 6 (gabungan dari nilai UN dan nilai sekolah).
  • Lulusan tahun 2013 akan ditentukan kemudian.
  • Belum pernah kawin dan sanggup tidak kawin selama dalam pendidikan.
  • Mempunyai tinggi badan sekurang-kurangnya 165 cm untuk pria dan 160 cm untuk wanita serta memiliki berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku.
  • Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 tahun.
  • Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Harus ada surat persetujuan dari orang tua/wali. Bagi calon yang menggunakan wali agar diisi keterangan sesuai dengan yang menjadi wali yaitu : Bapak tiri/kakak/Paman/Bibi dengan meneliti KTP orang tua/Wali dan ditetapkan oleh Kecamatan setempat.
  • Harus mengikuti pemeriksaan/pengujian yang diselenggarakan oleh panitia penerimaan yang meliputi.
  • Administrasi.
  • Kesehatan.
  • Jasmani.
  • Wawancara.
  • Psikologi.
  • Akademik.        

3. PERSYARATAN  TAMBAHAN.

  • Tidak bertato atau bekas tato dan tidak ditindik atau bekas tindik telinganya atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/ adat.
  • Bersedia mentaati peraturan bebas KKN baik langsung maupun tidak langsung. Apabila terbukti secara hukum melanggar sebagaimana yang dimaksud maka bersedia dinyatakan tidak lulus dan atau dikeluarkan dari Dikma jika pelanggaran tersebut diketemukan dikemudian hari pada saat mengikuti Pendidikan Pertama.

4. CARA PENDAFTARAN.

  • Calon datang sendiri ketempat pendaftaran dengan menunjukkan dokumen asli dan menyerahkan foto copy dilegalisir:
  • Kartu kewarganegaraan (bagi keturunan WNA).
  • Akte kelahiran/surat kenal lahir.
  • KTP calon dan KTP orang tua/ wali.
  • Kartu Keluarga (KK).
  • STTB SD, SMP/Tsanawiyah, SMA/MA berikut NUAN.
  • Bagi calon kelas III SMA/MA:
  • Melampirkan raport kelas I s.d. III semester I.
  • Melampirkan surat keterangan dari Kepala Sekolah bahwa calon tersebut terdaftar sebagai peserta UN.

5. TEMPAT PENDAFTARAN :

  • Ajen Kodam
  • Ajen Korem
  • Kodim


 

Lokasi Akademi Militer

Akademi Militer ini ada di kota Magelang, propinsi Jawa Tengah, dengan ketinggian 400 meter yang ada dari permukaan laut dan beriklim sejuk, yang dikelilingi oleh Gunung Merapi, Gunung Sumbing, Gunung Merbabu,  Gunung Sundoro serta Gunung Tidar. Akmil juga menempati tanah yang seluas 654,4493 Ha. yang terdiri dari Komplek Panca Arga, Mess Sundoro, Ksatrian Akmil, Mess Merapi, Mess Sumbing, Mess Kranggan, Mess Dieng, Kolam renang Pisangan, Pendem, Daerah-daerah latihan Gending, kaloran, Plempungan,  Kopeng serta Gringsing (Kab. Batang).


 

Tugas Pokok Akademi Militer

Akademi Militer ini merupakan sebagai Badan Pelaksana Pusat yang ada di tingkat Mabes TNI AD yang berkedudukan langsung di bawah Kasad, Akademi Militer ini memiliki tugas pokok untuk membentuk Taruna Akademi Militer menjadi Perwira TNI AD yang mempunyai sikap dan perilaku sebagai prajurit Saptamarga, pengetahuan dan juga keterampilan dasar golongan Perwira, berkualifikasi Akademis Program Diploma IV Pertahanan dann juga jasmani yang samapta.

 

Penulis : Agung

Sumber :



Related Article