By Sasang Priyo Sanyoto  Article Published 13 February 2017
 

Siapa yang tidak ingin menjadi seorang polisis yang memiliki tugas mulia untuk menjaga ketertiban di negeri ini! meski banyak orang atau yang memiliki cita – cita untuk menjadi polisi namun untuk bisa menjadi anggota atau mewujudkan untuk menjadi polisi tidaklah gampang. Hal ini memang wajar mengingat intitusi negera ini tidak ingin kecolongan dan hanya menerima mereka – mereka yang memiliki dedikasi dan standart kualitas yang telah di tentukan oleh Polri. Oleh karena itu, polri dengan instrumen Peraturan Kapolri Nomor 21 Tahun 2010, maka Polri membuat pendidikan pembentukan Polri yang bertujuan untuk mencetak kader – kader Polri yang secara kualitas benar – benar memenuhi standart yang di tetapkan atau bahkan lebih.

Akpol atau bisa disebut dengan Akademi Kepolisian ini merupakan sebuah lembaga pendidikan yang bertujuan untuk mencetak perwira Polri. Akpol (Akademi Kepolisian) juga merupakan unsur pelaksana pendidikan pembentukan perwira Polri yang berada di bawah Kalemdikpol. Seperti yang sudah kita singgung di atas, Berdasarkan pertaturan Kapolri Nomor 21 Tahun 2010 Akpol (Akademi Kepolisian) bertujuan untuk menyelenggarakan pendidikan pembentukan Perwira Polri tingkat Akademi . adapun lama pendidikan dari program ini adalah selama 4 (empat) tahun dengan output pangkat Inspektur Dua Polisi. Untuk lebih  memberikan hasil yang maksimal, pendekatan pendidikan yang dilakukan oleh Akpol (Akademi Kepolisian) adalah dengan metode pembelajaran, pelatihan dan juga penguasaan.

 

Sejarah Perkembangan Akpol (Akademi Kepolisian)

Perjalanan sejarah dari Akpol (Akademi Kepolisian) ini telah mengalami berbagai perubahan secara organisasi ataupun tempat domisili hingga pada akhirya menetap di Kota Semarang Jawa Tengah. Adapun tonggak sejarah berdirinya Akademi Kepolisian dimulai setelah proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada saat itu, beberapa hari setelah dimulai proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia (RI), para cendikiawan bangsa Indonesia mengambil alih kekuasaan pendidikan dari Penjajah Jepang. Pengambil aliahan tersebut termasuk ke dalam pengambil alihan kekuasaan pendidikan dari penjajah Jepang juga. Adapun pengambil alihan yang di maksud tersebut termasuk pengambil alihan pendidikan kepolisian “Jawae Keisatsu Gakka” yang selanjutnya di ganti menjadi Sekolah Polisi Negara RI di Sukabumi. Sekolah inilah yang nantinya akan menjadi cikal bakal berdirinya Akpol (Akademi Kepolisian) hingga saat ini.

Pada tanggal 10 Juli 1959 denga adanya Skep Presiden No. 253/1959 Kepolisian Negara Republik Indonesa (RI) berubah menjadi angkatan kepilisian RI (Republik Indonesia), dengan demikian Sekolah Polisi Negara yang berada di Sukabumi yang merupakan penyatuan dari Sekolah Inspektur Polisi di Bukit Tinggi serta Jogjakarta berubah menjadi Sekolah Angkatan Kepolisian. Pada selanjutnya tanggal 1 Oktober 1965, Sekolah Angkatan Kepolisian RI berubah nama menjadi Akademi Angkatan Kepolisian (AAK) yang di resmikan oleh Men Pangak Irjen Pol Seojipto Judoharjo, dengan menggunakan Skep Menhankam Pangab No. 468 / 5 / B / 65 / M, pada tanggal 1 Oktober ini yang kemudian di peringati sebagai hari jadi Akademi Kepolisian.

Pataka AAK sendiri memiliki falsafah  “Atmaniwedana Aryawira Kretakarma” yang di serah terimakan. Dan pada tanggal 16 Desember 1966, AAK di rubah menjadi AKABRI bagian Kepolisian yang di kirim ke Sukabumi untuk mengikuti pendidikan matra kepolisian selama 3 tahun. Selanjutnya, perjalanan sejarah pada tanggal 1 Juli 1980, Komplek AKABRI bagian kepolisian yang ada di Semarang Jawa Tengah di resmikan penggunaanya oleh Kapolri Jendral PO. Drs. Awaloeddin Djamin MPA dengan Skep Kapolri No. Pol Skep/ 36 / I /1985 tanggal 24 Januari 1985 AKABRI Kepolisan berganti menjadi Akademi Kepolisian setelah AKABRI bagian dialihkan kembali ke pada angkatan masing masing yang ada serta di tetapkan pula Pataka Akpol dengan menggunakan tambahan pita di atas lambang yang bertuliskan Akademi Kepolisian sesanti yang ada di bawah gambar lambang menjadi bertuliskan Atmaniwedana Kretakrama Aryawira gambar di balik lambang semula adalah lambang Akabri yang bertuliskan “ Bhineka Bhakti “ berubah menjadi lambang Polri “Tribrata”.

Berjalan dengan seringnya waktu, periode sjarah reformasi di Indonesia, maka sejarah Akademi Kepolisian mengalami perubahan dengan di keluarkannya Skep Kapolri No. Pol : Skep / 389 / IV / 1999 yang bertanggalkan 9 April 1999 tentang Akademi Kepolisian Mandiri dan sejak itu maka pada 10 April 1999 Akpol dinyatakan terpisah dari AKMIL, AAU atau AAL dan secara teknis administrasi juga terlepas dengan Mako Akademi TNI. Akhirnya perubahan yang terjadi pada logo Akpol (Akademi Kepolisian) pada tangga 24 Oktober 2003 benar – benar terjadi yang di resmikanya oleh Kapolri Jendral Polisi Da’I Bachtiar. Adapun penggunaan atau penggantian logo yang baru dengan menggunakan kata – kata “ Atmaniwedana – kretakrama – aryawira” dengan menyisipkan kata – kata “ Dharm – Bijaksana – Ksatria “ serta pita yang bertuliskna “ Akademi Kepolisian “ yang semula terpisah pada bagian atas yang di satukan menjadi satu kesatuan yang utuh dalam tulisan perisai “ Tri – Brata “. Itulah cerita panjang hingga terbentuknya Akpol (Akademi Kepolisian) yang ada dan berdiri hingga saat ini. Dengan sejarah yang panjang ini, Akpol (Akademi Kepolisian) memang benar – benar siap untuk mencetak perwira yang kompeten dan sesuai dengan standart untuk menjdai polisi yang bertanggung jawab dan profesionalisme yang tinggi.

 

Syarat Pendaftaran Akpol (Akademi Kepolisian)

Persyaratan Umum untuk Mendaftar Akpol (Akademi Kepolisian):

  1. Warga negara Indonesia baik itu pria atau wanita.
  2. Beriman serta bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
  3. Setia terhadap kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pada Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945.
  4. Pendidikan paling rendah adalag jenjang SMU atau sederajatnya.
  5. Usia Minimum 18 Tahun ketika dilantik menjadi anggota Polri.
  6. Terbukti sehat jasmani serta rohani dengan cara menunjukkan surat sehat dari instansi kesehatan.
  7. Memiliki sikap berwibawa, adil, jujur serta memiliki prilaku yang tidak tercela.

Persyaratan Khusus Menjadi Akpol (Akademi Kepolisian)

Selain persyaratan umum, untuk menjadi Akpol (Akademi Kepolisian), maka para calon anggota polri yang ikut dalam Akpol (Akademi Kepolisian) harus memiliki atau memenuhi persyaratan khusus seperti di bawah ini:

  1. Pria atau wanita serta bukan anggota atau mantan Polri / TNI / dan PNS atau pernah juga mengikuti pendidikan Polri /  TNI sebelumnya.
  2. Memiliki usia paling sedikit 17 (tujuh belas) tahun serta maksimal memiliki umur 21 (dua puluh satu) tahun ketika saat pembukaan pendaftaran pendidikan.
  3. Untuk persyaratan nilai kelulusan pada tahun 2011 , 2012 , 2013 , dan 2014 dengan nilai hasil ujian akhir nasionalnya (HUAN) untuk IPA serta IPS minimal 6,5 (enam koma lima).
  4. Memiliki ijazah serendah – rendahnya SMA / Madrasah Aliyah dengan jurusan  IPA / IPS (bukan lulusan paket A , B atau C) dengan syarat dan ketentuan:
  • Nilai kelulusan pada tahun 2012 serta 2013 dengan hasil Ujian Nasional / HUAN (bukan merupakan nilai gabungan) dengan minimal 7,0 (tujuh koma enol) untuk tahun 2014 , 2015 , dan 2016 yang berdasarkan ujian nasionla (UN) minimal memiliki nilai 70 (tujuh puluh) khusus untuk daerah Papua Barat dengan lulusan tahun 2012 sampai dengan lulusan 2016 dengan minimal nilai 65 (enam puluh lima).
  • Bagi lulusan pada tahun 2016 (yang masih kelas III)  maka nilai raportnya rata – rata kelas III semester I minimla 70 (tujuh puluh) serta setelah lulusa menyerahkan dengan nilai ujian Nasional minimla 70 (tujuh puluh).
  1. Bukan merupkan lulusan dari program pendidikan kesetaraan paket A atau program pendidikan paket B dan atau program pendidikan paket C.
  2. Memiliki tinggi badan minimal (dengan berat badan yang seimbang menurut ketentuan yang berlaku) yaitu:
  • Untuk tinggi badan pria minimal 165 cm
  • Untuk tinggi badan wanita minimal 160 cm
  1. Bertempat tinggal atau berdomisile 1 (satu) tahun di wilayah Polda (Polisi Daerah) tempat mendaftarkan dengan melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) serta surat keterangan domisil yang di keluarkan oleh Lurah atau kades setempat dengan di ketahui oleh Kapolsek.
  2. Bagi Catar yang berasal dari SMA Taruna Nusantara serta Krida Nusantara yang masih mempunyai kelas III dapat mendaftarkan di Polda seluruh wilayah NKRI, sementara untuk lulusan dari tahun 2015 ke bawah akan mendaftar sesuai dengan domisili Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  3. Belum pernah menikah serta sanggup tidak menikah atau kawin selama dalam pendidikan Akpol (Akademi Kepolisian) dan belum pernah melahirkan bagi cater wanita dan belum pernah punya anak kandung / biologis bagi cater pria.
  4. Tidak memiliki tato atau memiliki bekas tato dan tidak pula bertindik atau memiliki bekas tindik di telinganya atau anggota badan lainnya kecuali yang di sebabkan oleh tuntutan agama atau adat.
  5. Dinyatakan bebas dari narkoba dengan menyerahkan surat keterangan yang menunjukkan bebas narkoba dari instansi kesehatan pemerintahan (rumah sakit pemerintah atau klinik BNN atau BNK).
  6. Bersedia dan mau untuk di tempatkan di seluruh wilayah NKRI serta bersedia di tugaskan pada semua bidang tugas yang ada di kepolisian.
  7. Bagi para pelamar yang mendapatkan ijazah dari negara lain, maka harus memiliki mendapatkan pengesahan dari Kemenbuddikdasmen.
  8. Mau bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 tahun yang terhitung mulai saat diangkat menjadi Perwira Polisi Republik Indonesia (Polri).
  9. Mendapatkan persetujuan atau izin dari Orang Tua atau Wali.
  10. Tidak memiliki ikatan atau terikat perjanjian dinas dengan instansi yang lain.
  11. Bagi anda yang sudah bekerja secara tetap pegawai atau karyawan maka terdapat ketentuan khusus diantaranya adalah:
  1. Memperoleh / mendapatkan persetujuan atau rekomendasi dari kepala instansi yang terlait atau yang bersangkutan.
  2. Bersedia atau mau untuk di berhentikan dari status karyawan atau pegawai, apabila di terima menjadi serta mengikuti pendidikan pembentukan taruna akpol.
  1. Bagi mereka yang memiliki prestasi di bidang atau tingkat provinsi / nasional / internasional  agar di lampirkan sertifikatnya.
  2. Mengikuti serta lulus pemeriksaan / pengujian tingkat Panda dengan cara sistem gugur yang akan meliputi materi dan urutan kegiatan sebagaimana berikut:
  1. Pemeriksaan tahap administrasi awal
  2. Pemeriksaan kesehatan pada tahap I
  3. Pemeriksaan tahap psikologis dengan cara tertulis.
  4. Pengujian secara akademik dengan cara:
  • Pengujian seputar tentang Pengetahuan Umum
  • Pengujian seputar tentang Bahasa Indonesia
  • Matematika serta pengetahuan tentang IPA atau IPS
  1. Pemeriksaan kesehatan pada tahap 2 (dua) yang termasuk Kewa di dalamnya.
  2. Pegujian kesehatan untuk kesamaptaan jasmani dan antropometri.
  3. Pendalaman tentang PMK
  4. Tahap pemeriksaan akhir
  5. Dan yang terakhir adalah sidang terbuka kelulusan tingkat Panda.
  1. Menjalani atau mengikuti serta lulus pemeriksaan atau oengujuan pada tingkat Panpus dengan sistem gugur yang meliputi berupa materi dan urutan kegiatan sebagaimana berikut:
  1. Dengan cara sistem gugur:
  1. Pemeriksaan secara administrasi
  2. Pemeriksaan kesehatan
  3. Pemeriksaan tentang Psikologo dengan cara wawancara serta pendalaman PMK.
  4. Pengujian tentang Jasmani serta Antropometri
  1. Dengan cara sistem ranking:
  1. Uji TPA serta TOEFL
  2. Pemeriksaan Tentang penampilan
  3. Sidang terbuka tentang kelulusan pada Tingkat Akhir Pusat

Itula syarat untuk bisa menjadi Akpol (Akademi Kepolisian), semua informasi tentang Akpol (Akademi Kepolisian) bisa anda akses secara lengkap di http: //penerimaan.polri.go.id/syarat_akpol, di sana anda akan mendapatkan informasi bagaimana atau syarat – syarat untuk bisa menjdai Akpol (Akademi Kepolisian). Perlu anda ingat, untuk bisa masuk Akpol (Akademi Kepolisian) tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, pasalnya ada beribu – ribu atau bahkan berjuta – juta yang ingin menjadi Polri dan ingin mnedafatarkan diri di Akpol (Akademi Kepolisian). Oleh karena itu persaingan untuk bisa masuk atau mengikuti Akpol (Akademi Kepolisian) tidaklah mudah dan segampang yang kita bayangkan.

Meski demikian, anda tetap harus percaya diri dan optimis bisa menjadi atau masuk ke dalam Akpol (Akademi Kepolisian). Ada beberapa hal memang yang harus anda perhatikan secara seksama untuk bisa masuk atau menjadi anggota Akpol (Akademi Kepolisian). Pertama, cari informasi yang sebanyak – banyaknya tentang Akpol (Akademi Kepolisian) kepada orang yang telah berhasil atau belum berhasil ketika ingin masuk ke Akpol (Akademi Kepolisian). Dengan informasi yang kita dapat tersebut maka kita akan mempersiapkan segala sesuatunya jauh – jauh hari sehingga nantinya kita akan benar – benar siap ketika tes berlangsung. Kedua, mempersiapkan berkas – berkasn yang di perlukan. Hal berikutnya yang harus anda perhatikan ini sebenarnya kelanjutan dari perolehan informasi dari yang anda himpun pada langkah pertama tadi. Persiapkanlah berkas – berkas (persyaratan) yang bisa di dapatkan atau di akses jauh – jauh hari. Hal ini tentu akan membantu anda dalam memudahkan ketika hendak melamar menjadi Akpol (Akademi Kepolisian) dan andapun tidak di ribetkan dengan berkas – berkas yang seharusnya anda sudah dapat memperolehnya sebelum hari H ternyata pada hari H anda harus bolak – balik untuk memperoleh berkas yang di maksud.

Ketiga, anda harus memiliki semangat juang dan rasa tanpa menyerah yang tinggi. Seperti yang kami uraikan di atas, ada beribu – ribu yang ingin mendaftar menjadi Akpol (Akademi Kepolisian). Oleh karena itu, jangan mudah menyerah dalam satu kegagalan saja, teruslah mencoba dan mencoba. Kelima, berdoa. Ingat, manusia hanya bisa berusaha Tuhan yang menentukan. Demikianlah ulasan tentang informsi Akademi Kepolisian

 

Penulis: Agung

Sumber: 

https://www.polri.go.id/

 


Related Article