By Sasang Priyo Sanyoto  Article Published 16 December 2016
 

Selama ini Amerika Serikat dan Rusia diklaim sebagai negara dengan kekuatan militer yang luar biasa. Sebagai negara yang memiliki wilayah yang sangat besar maka tidak mengherankan kalau kedua negara tersebut memiliki personel militer dan persenjataan tempur yang sangat mumpuni. 

Lantas bagaimana dengan Indonesia? Sebagai negara dengan wilayah dan penduduk yang besar, Indonesia juga tentunya memiliki kekuatan militer yang tidak bisa dianggap sepele. Siapa yang tidak kenal dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI)? TNI merupakan pasukan terdepan dalam menjaga kesatuan dan persatuan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Meskipun alat utama sistem nya masih terbatas, namun jangan pernah sekali-kali meremehkan kekuatan para personelnya. Alat utama persenjataan moderen tentu saja harus terintegrasi dengan sumber daya manusia (TNI) yang mumpuni. Dan personel Tentara Nasional Indonesi yang merupakan Man behind the gun, benar-benar sangat bisa diandalkan karena memiliki kemampuan yang luar biasa.

Pasti kita tahu kalau saat ini Tentara Nasional Indonesia terdiri dari tiga angkatan: TNI AU, TNI AD dan TNI AL. Setiap angkatan memiliki pasukan-pasukan khusus yang dibanggakan dan sangat diandalkan. Siapa yang tidak mengenal pasukan khusus anti teror Den Bravo milik Angkatan Udara, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang dimiliki angkatan darat atau Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) milik Angkatan Laut.

Pasukan-pasukan tersebut merupakan beberapa pasukan elit yang dimiliki Indonesia yang kemampuannya melebihi personel TNI lainnya. Bahkan pasukan elit Indonesia masuk ke dalam jajaran pasukan elit kelas dunia. Salah satunya Komando Pasukan Khusus (kopasus) yang masuk ke dalam 5 besar jajaran pasukan elit kelas dunia, bersama pasukan elit SAS dari Inggris, Mossad dari Israel, GIGN dari Prancis serta pasukan Snepsnaz dari Russia.  

Bukan hanya Angkatan darat saja yang memiliki pasukan elit seperti Kopassus, Angkatan Laut juga tentunya memiliki pasukan elit yang kemampuannya sudah diakui oleh Angkatan Laut Internasional. Tentu saja, karena sebagai salah satu negara maritim terbesar dunia, Indonesia memang dituntut untuk memiliki pasukan militer laut yang kuat. Namun sebelum mengulas bagaimana kekuatan yang dimiliki oelh TNI Angkatan Laut, kita juga harus mengetahui apa sebenarnya tugas utama dari TNI Angkatan Laut. 

 

Tugas TNI Angkatan Laut

Tugas utama Tentara Nasional Indonesia tentu saja menjaga kedaulatan NKRI dan menjaga pertahanan negara dari berbagai ancaman yang datang dari dalam dan luar negeri. Setiap angkatan TNI tentu memiliki tugas khusus, begitu juga dengan TNI Angkatan Laut. Sesuai namanya, makan tugas utama TNI Angkatan Laut adalah berhubungan dengan maritim. Bagaimanapun Indonesia merupakan salah satu negara maritim terbesar di Dunia. Maka tidak heran kalau Indonesia benar-benar memerlukan kekuatan militer Angkatan Laut untuk menjaga kedaulatan maritim Indonesia. Dalam situs resmi TNI Angkatan Laut dikatakan bahwa tugas utama dari TNI Angkatan Laut adalah:

  1. Melaksanakan tugas TNI matra laut di bidang pertahanan
  2. Menegakkan hukum dan menjaga keamanan wilayah laut yurisdiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum internasional yang telah diratifikasi
  3. Melaksanakan tugas diplomasi angkatan laut dalam rangka mendukung kebijakan politik luar negeri yang ditetapkan pemerintah
  4. Melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan matra laut
  5. Melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan laut.

Bukan hanya menjaga kedaulatan maritim Indonesia dari ancaman musuh, TNI Angkatan Laut juga aktif terlibat dalam melakukan berbagai penyelamatan atau evakuasi korban bencana saat dibutuhkan. Misalnya saja ketika terjadi musibah jatuhnya pesawat Aur Asia. Sebagaimana diberitakan Merdeka.com, pada saat itu para penyelam TNI AL menunjukkan kerja keras yang sangat luar biasa dalam melakukan evakuasi korban AirAsia. Tanpa rasa takut mereka nekat menyelam di tengah cuaca laut yang sangat ekstrem.

Tak pelah aksi TNI AL tersebut dipuji setinggi langit oleh Lieutenant Commander US Navy, Greg Adams. Dia menganggap kalau pasukan penyelam elit milik TNI Angkatan Laut telah melakukan hal yang 'gila'.

Bukan hanya Greg Adam yang dibuat kagum oleh kemampuan menyelam TNI Angkatan Laut, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi juga turut memberikan penghargaan kepada para prajurit TNI AL yang telah melakukan tugas dalam operasi pesawat tersebut. Apalagi, jika mengingat banyak yang melakukan aksi tidak biasa dan tergolong luar biasa, yaitu bergantian tabung gas di bawah laut.

Mayor Marinir Profs Dhegratmen yang juga turut ikut menyelam membenarkan aksinya dalam melakukan penyelaman saling berbagai tabung gas oksigen. Pasalnya, tabung gas yang dibawa oleh penyelam melebihi batas waktu. Pantas saja Commander Navy dari Amreika pada saat itu menyebut tim penyelam Angkatan Laut kita ‘gila.

 

Pasukan TNI Angkatan Laut

Sebagai negara kepulauan yang dikelilingi lautan, Indonesia juga diperkuat oleh Pasukan TNI Angkatan Laut. Tidak tanggung-tanggung, pasukan Angkatan laut Indonesia juga menjadi salah satu kekuatan yang disegani dan ditakuti dunia internasional. Berikut ini pasukan elit yang berada di bawah komando Angkatan Laut. 

  1. Kopaska (Komando Pasukan Katak)

Kopaska didirikan pada 31 maret 1962 pada masa pemerintaha Soekarno. Tugas utama Kopaska adalah menyerbu kapal dan pangkalan musuh. Menghancurkan instalasi bawah air, penyiapan perebutan pantai, dan operasi pendaratan amfibi. 

Pasukan Kopaska TNI Angkatan Laut Photo By Sind

Namanya mungkin tidak terlalu menyeramkan. Tapi jangan sekali-kali meragukan kemampuan yang dimiliki anggotanya. Pasukan katak Angkatan Laut memiliki keahlian yang sangat disegani angkatan laut negara lain. Untuk bisa menjadi anggota kopaska tidaklah mudak, karena salah satu pelatihannya adalah berenang tanpa henti melewati selat sunda sejauh 30 kilo meter. Materi pelatihan Kopaska yang terkenal ganas disebut dengan istilah ‘hellweek’, mereka yang lolos tentunya hanya anggota yang memiliki ketahan fisik luar biasa. Oleh karena itulah kemampuan satu orang personel kopaska diklaim setara dengan 24 orang TNI biasa. Pasukan Kopaska telah dilengkapi juga dengan berbagai perlengkapan canggih bawah air. Anggota Kopaska biasanya menggunakan kostum yang menyeramkan juga bertujuan untuk memberikan efek psikologis pada lawannya. Begitu juga dengan tentara elit dari negara lain yang menggunakan topeng dan seragam yang menyeramkan.

  1. Batalion Intai Amfibi (Yontaifib)

Dilansir dari detik militer.com, YonTaifib juga merupakan satuan elit yang ada dalam Korps Marinir berbaret ungu. Sebelum bernama YonTaifib pasukan ii dulunya dikenal dengan nama KIPAM (Komando Intai Para Amfibi). Menjadi anggota Yontaifib setingkat lebih sulit dari menjadi anggota Kopaska, karena harus lulus seleksi  mental, fisik dan kesehatan setiap anggotannya, dan jika telah lulus berdinas aktif minimal dua tahun. Salah satun pelatihan yang dilakukan Yaontaifib dilakukan dengan berenang sejauh 3 kilometer dengan keadaan tangan dan kaki terikat. Biasanya anggota terbaik dari pasukan Yontaifib akan direkrut untuk menjadi Anggota Denjaka. 

Adapun medan latihan aspek laut antara lain selam kedalaman, selam tempur, infiltrasi bawah air, demolisi bawah air, sabotase bawah air, selam SAR, renang jarak jauh dan pengintaian hidrografi. Mereka juga dituntuk menguasi pelatihan materi menembus gelombang di daerah pantai yang tinggi gelombangnya mencapai rata-rata sampai dengan sepuluh meter. Kemampuan renang anggota yontaifib juga terus diuji dengan menyeberangi teluk Poncomoyo 12 km dengan batas waktu yang telah ditentukan. Dengan latihan yang super berat, maka kemampuan satu anggota Yontaifib setara 24 orang TNI biasa. 

  1. Denjaka (Detasemen Jala Mangkara)

Jika kemampuan prajurit Kopaska saja sudah terhitung luar biasa, apalagi dengan pasukan Jala Mangkara. Setiap personel di detasemen Jala Mangkara  bukan sembarang pasukan. Mereka adalah pasukan khusus yang terdiri dari gabungan Anggota pasukan elit TNI AL Kopaska dan pasukan intai amfibi Angkatan Laut. Dibentuk atas instruksi panglima TNI tanggal 13 november 1984. Satu anggota Denjaka ini memiliki kemampuan 120 TNI biasa. Luar bisa bukan?. Tugas utamanya adalah sebagai satuan anti teror terutama di laut. Personel denjaka dituntut memiliki kesiapan operasional, mobilitas, kecepatan, kerahasiaan. Hampir semua aktifitasnya dirahasiakan dan jarang dipublikasikan. Dilansir dari berbagai sumber, termasuk Okezone.com,  salah satu cara menggembleng anggota Denjaka adalah dengan melepas mereka ke laut lepas dengan kedua tangan dan kaki yang terikat terikat. Dengan kondisi seperti itu mereka harus mampu melepaskan diri tanpa bantuan siapapun. padahal dalam keadaan ombak yang ganas sangat sulit bagi siapapun melakukannya. Tapi setiap anggota harus bisa melakukannya karena jika suatu saat mereka dilepas oleh musuh dengan kondisi tangan dan kaki terikat, mereka bisa akan tetap bertahan hidup.

Selain itu mereka juga akan dilepas di hutan belantara tanpa perbekalan apapun kecuali garam. Selain lautan anggota denjaka juga harus handal bertempur dan bertahan di hutan. Dari berbagai latihan itu, diharapkan anggota Denjaka punya kemampuan bertahan di alam, melatih kemampuan fisik, hingga kemampuan skill perorangan. Sementara untuk kemampuan udara, anggota Denjaka dilatih untuk terjun bebas dengan ketinggian yang sulit dideteksi musuh. Dari ratusan yang mendaftar, hanya sekitar 50 orang yang lolos seleksi. Sebagian besar tumbang ketika harus melewati berbagai proses latihan yang menyeramkan.

Sejauh ini tidak ada informasi yang menunjukan jumlah dan kegiatan apa yang dilakukan anggota elit tersebut. Hal itu karena operasi pasukan elit berbeda dengan pasuka TNI biasa. Pasukan elit Denjaka memiliki motto “tidak diketahui, tidak terdengar, tidak terlihat.”hal tersebut menunjukan operasi yang dilakukan oleh pasukan elit Angkatan Laut terutama Denjaka benar-benar jarang dipublikasikan. 

 

Prestasi TNI Angkatan Laut

Dunia Internasional secara terang-terangann telah memuji handalnya Angkatan Laut Indonesia. Bahkan letnan Maerika pun menganggap kemampuan renang yang dimiliki personel TNI AL kita ini ‘gila’. Terbaru, pasukan Denjaka pun panen pujian kala melakukan latihan bersama Asean.  Dilansir dari Viva.co.id, kekaguman itu diungkapkan dalam Latihan Bersama Asean Defence Ministers Meeting-Plus Maritime Security dan Counter Terorrism Exercise 2016 (ADMM-Plus On MS and CT Exercise 2016) di Brunei Darusalam dan Singapura.

Ari siaran pers  Dinas Penerangan Armada Timur (Dispenarmatim) 12 Mei 2016, Sultan Brunei Darussalam, Sultan Hassanal Bolkiah, beserta Sekjen Kemhan RI, Laksamana Madya Widodo, dan perwakilan delegasi dari masing-masing negara peserta ADMM-Plus On MS and CT Exercise 2016, merasa kagum dengan kemampuan penanggulangan tim Denjaka TNI AL, yang bergabung dengan Pasukan Khusus Angkatan Laut Rusia, saat menyaksikan jalannya latihan counter terrorist.

Saat itu Denjaka tergabung dalam tim counter terrorism yang terdiri dari berbagai pasukan khusus negara peserta. Pelatihan ini menyimulasikan pembebasan kapal dan sandera. Setelah mendapat informasi intelijen tentang posisi kapal dan kekuatan teroris di dalamnya, Satuan Operasi Gabungan Counter Terorism (CTJTF) langsung mengerahkan pasukan penanggulangan terorisme dari Muara Naval Base (MNB) menuju sasaran. Dari pelatihan itu, delegasi negara-negara yang tergabung dalam latihan mengakui kehebatan yang dimiliki pasukan Denjaka.

Saat ini TNI Angkatan Laut yang dimiliki indonesia menjadi salah satu pasukan Angkatan Laut kelas dunia. Dilansir dari berita Liputan 6, TNI Angkatan Laut Indonesia telah masuk ke dalam jajaran World Class Navy alias Angkatan Laut kelas dunia. Untuk memperoleh predikat itu, TNI Ankatan Laut selalu konsisten dalam melaksanakan inward looking dan outward looking.  Bahkan Laksamana Untung Suropatih mengatakan bahwa militer Angkatan Laut dunia telah mengakui kekuatan militer yang dimiliki Indonesia. Karena itu militer Indonesia layak disebut World Class Navy. Inward looking adalah berupa peningkatan berbagai kemampuan sumber daya manusia (TNI) melalui pendidikan dan militer baik di dalam ataupun di luar negeri. Penugasan melalui tour of duty juga termasuk di dalamnya.

Indonesia tentunya sudah bisa berbangga karena memiliki Tentara Nasional yang mumpuni baik di udara, darat dan khususnya di laut. Kedaulatan dan keamanan NKRI sejauh ini terjamin berkat keberadaan tentara Nasional yang selalu siap dan sigap ‘temur’ mengamankan negara dari berbagai ancaman yang bisa mengganggu kesatuan republik Indonesia. Bisa dikatakan juga bahwa pasukan kemampuan dari TNI Angkatan Laut Indonesia bisa bersaing dengan Angkatan Laut dari negara-negara adidaya, salah satunya Amerika. Sejauh ini sebagai negara adidaya, Amerika memang diklaim memiliki kekuatan maritim terbesar. Namun demikian, Angkatan Laut Amerika mengakui kehebatan yang dimiliki TNI Angkatan Laut yang dimiliki Indonesia. Bahkan mereka menyatakan kalau Angkatan Laut Amerika masih harus belajar dari Indonesia terutama dalam operasi militer di laut, yang mereka anggap memiliki karakter khusus.

Dilansir dari VIVA News, Laksamana Madya Scott van Buskirk, Panglima Armada ke-7 militer AS mengatakan bahwa Angkatan Laut Indonesia memiliki keunggulan tertentu yang masih harus dipelajari AS dan ini terlihat dalam latihan militer bersama pasukan maritim kedua negara, Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) di Laut Jawa. Menurutnya yang harus dipelajari Angkatan Laut Amreika dari Angkatan Laut Indonesia adalah taktik operasi militer dengan perahu atau kapal berukuran kecil saat berada di perairan dangkal. 

Van Buskirk mengatakan "Angkatan Laut Indonesia berpengalaman dalam beroperasi di laut dangkal. Kami harus banyak belajar dari Angkatan Laut Indonesia bagaimana menjalankan misi di laut seperti itu," lanjut van Buskirk.  Dia juga menambahkan "Kami belum memiliki banyak kapal untuk beroperasi di perairan itu, sedangkan Indonesia punya cukup kapal...Maka kita harus belajar lagi dengan Indonesia untuk saling meningkatkan kemampuan," kata van Buskirk. 

Sejauh ini pasukan Indonesia dan Amerika semakin sering melakukan latihan militer gabungan. Sehingga mereka sadar bahwa indonesia memiliki pasukan militer yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Dan kita harus memberikan apresiasi setinggi langit atas kerja keras TNI AL dalam menjaga keutuhan maritim Indonesia.

Sumber

www.tni.mil.id 

www.merdeka.com



Related Article