By Sasang Priyo Sanyoto  Article Published 03 December 2016
 

Letak geografis Indonesia yang berada pada kawasan cincin api atau ring of fire dan berada di atas tiga lempeng aktif menjadikan negara Indonesia sebagai negara dengan jumlah gunung merapi aktif terbanyak di dunia. Hal tersebut menjadikan Indonesia sangat rawan terhadap berbagai musibah atau bencana.

Bukan hanya itu, seiring bertambahnya transportasi darat, udara dan pelayaran laut yang semakin meningkat berimplikasi juga pada tingginya berbagai musibah kecelakaan. Bisa kita lihat, bahkan hingga saat ini bencana alam seperti gempa bumi, bencana banjir, tanah longsor, bahkan beberapa kali kejadian tsunami dahsayat dan bencana alam lainnya kerap kali menghantui Indonesia. Begitu juga dengan semakinseringnya kecelakaan pesawat terbang, pelayaran kapal laut ataupun transpotrasi darat menjadi sering terjadi belakangan ini.

Apapun bentuk dan jenis bencananya pasti sangat dihindari oleh siapapun. Tak pelak ketika bencana datang kita pasti akan sebisa mungkin menjauhi bencana tersebut dan menyelamatkan diri masing-masing tanpa berfikir orang lain.

Tapi, di saat semua orang  berlari menjauhi  bahaya, ada diantara mereka yang justru dengan gagah dan tanpa rasa takut mendekati bahkan memasuki bahaya untuk menolong sesama kita. Dimana ada bencana di sanalah mereka mendedikasikan segenap kemampuannya untuk menyelamatkan sesama. Ya, kita pasti sangat tidak asing lagi  dengan mereka, mereka kita kenal dengan sebutan Tim SAR (Search and Rescue).

Basarnas Membantu Evakuasi Bencana. Sumber Gambar : Antara

Basarnas Membantu Evakuasi Bencana. Sumber Gambar : Antara / Aktual

Hampir setiap negara memiliki tim penyelamat yang siap diterjunkan dalam melakukan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana. Indonesia pun telah cukup lama memiliki Badan SAR Nasional atau Basarnas yang menjadi garda terdepan dalam melakukan penyelamatan terhadap para korban bencana ataupun musibah lainnya. Maka sangat tidah heran jika Badan SAR Nasional memiliki tanggung jawab yang sangat berat. Garda terdepan regu penolong negara Indonesia alias Basarnas yang didirikan pada tahun 1972 kini telah dinaikkan statusnya berdasarkan peraturan Presiden Republik Indonesia no 99 tahun 2007, menjadi lembaga pemerintah non-kementrian atau (LPMK). 

 

VISI dan MISI Basarnas.

Dikutip dari laman resmi Basarnas, Visi mereka adalah: Mewujudkan Badan SAR Nasional yang andal, terdepan, dan unggul dalam pelayanan jasa SAR di wilayah NKRI.

Sedangkan Misinya adalah: 

  • Menyelenggarakan siaga terus-menerus dalam pencarian dan pertolongan, penyelamatan, dan evakuasi kepada masyarakat dalam kecelakaan, bencana, dan kondisi membahayakan manusia secara andal, efektif, cepat, efisien, serta aman
  • Melaksanakan koordinasi dengan instansi/organisasi nasional maupun internasional dalam rangka menyelenggarakan operasi pencarian dan pertolongan (SAR), serta melakukan pemasyarakatan SAR untuk memaksimalkan potensi SAR
  • Menyelenggarakan peningkatan kemampuan teknis dan manajerial organisasi dan senantiasa tumbuh, berkembang dan melakukan perbaikan di segala aspek secara berkesinambungan
  • Melaksanakan pembinaan kemampuan dan kesiapan sumber daya manusia serta koordinasi berkelanjutan agar setiap saat dapat melaksanakan tugas operasi pencarian dan pertolongan dengan sebaik-baiknya
  • Menyediakan sarana dan prasarana operasi, peralatan komunikasi dan sistem informasi SAR sesuai dengan kebutuhan dalam rangka mewujudkan visi dan misi.

 

Struktur Organisasi

  • Kepal Badan SAR Nasional. Badan SAR Nasional dipimpin oleh kepala Badan SAR Nasional yang diangkat langsung oleh Presiden dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Republik Indonesia. (Marsdya. TNI. FH. BAMBANG SULISTYO, S. Sos,. M.A.P) 
  • Sekretariat Utama 
  • Deputi Bidang Potensi SAR 
  • Deputi Bidang Operasi SAR  
  • Pusat Data dan Informasi
  • Inspektorat 
  • Unit Pelaksana Teknis 

Sejauh ini Basarnas telah memiliki 33 kantor SAR dan 60 pos SAR di seluruh indonesia. Merekalah ujung tombak badan SAR Nasional  dalam pelaksanaan operasi SAR. Sejauh ini Basarnas telah memiliki 300 rescuer di seluruh wilayah  Indonesia. Mereka telah mengikuti berbagai pelatihan dan pendidikan tingkat dasar SAR dan berbagai pendidikan dan pelatihan tingkat lanjutan, seperti jungle rescue, heli rescue, pelatihan Anak Buah Kapal (ABK), pelatihan spesialis SAR planning dan SAR mission coordinator. Diklat tersebut dilakuakn dalam rangka meningkatkan character building dan capacity building para rescuere.

Basarnas juga memberikan pelatihan pada pada potensi SAR dan stake holder di bidang SAR serta masyarakat. Koordinasi yang komprehensif dengan potensi dan unsur SAR inilah yang selama ini menjadi faktor utama suksenya pelaksanaan operasi SAR. Dalam upaya tindakan prefentif terhadap bencana atau musibah lainnya Badan SAR Nasional juga telah melaksanakan pencananangan dan sosialisasi program SAR Goes to school ke seluruh pelosok tanah air.

Selama ini Basarnas juga aktif menjalin berbagai hubungan dengan dunia internasional, dan telah menjadi anggota international search and rescue at Asia pasific dan menjadi pelopor pembentukan international SAR forum Asian. Badan SAR Nasional Juga rutin melakukan berbagai kegiatan latihan bersama dengan negara-negara seperti Amerika Serikat, Australia, jepang, singapura, brunai, Thailand, Nepal dan berbagai negara lainnya.

Badan SAR Nasional Indonesia sejauh ini telah terbukti memiliki sejumlah prestasi dalam menjalankan berbagai fungsinya sebagai lembaga non-kementrian yang bertugas menjalankan tugas pemerintahan dalam melakukan pencarian dan pertolongan korban bencana atau musibah lain.

 

Peralatan dan Sistem Komunikasi Basarnas

Sejauh ini tim Badan SAR Nasional sudah  memiliki berbagai peralatan dan sistem komunikasi yang mumpuni. Kualitas dan kuantitas sistem komunikasi sudah tidak perlu diragukan lagi. System komunikasi SAR yang berstandar nasional dan internasional, serta terintegrasi dengan:

  • Maritime Service (GMDSS)
  • CNS/ATM dengan system komunikasi mempergunakan AFTN
  • Aeronautical Fixed Telecommunication Network (AFTN)
  • Fixed Service
  • Mobile Service

Dalam kegiatan SAR, komunikasi mempunyai berbagai peranan yang sangat penting dan mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut :

  • Sebagai Sarana Pengindera Dini (early detecting), yang fungsinya untuk mendeteksi adanya musibah pelayaran atau penerbangan, atau bencana dan musibah lainnya sedini mungkin. Sarana ini dilaksanakan oleh BASARNAS dengan pengoperasian LUT dan IDMCC.
  • Ssebagai sarana Koordinasi (early warning), yang fungsinya dapat berkoordinasi dan mendukung kegiatan operasi SAR baik secara internal antara BASARNAS dengan Kantor SAR maupun secara ekstern seperti dengan  instansi/ organisasi berpotensi SAR, dan RCC negara tetangga.
  • Sarana Komando dan Pengendali (command and control) berfungsi untuk mengendalikan unsur-unsur yang terlibat dalam operasi SAR di lapangan.
  • Sarana Administrasi dan Logistik, Berfungsi untuk pembinaan Kantor SAR dalam pelaksanaan pembinaan dan administrasi perkantoran.

Dengan alat canggih tersebut, kerja Basarnas akan lebih optimal dalam mendeteksi kemungkinan terjadinya bencana dan melakukan penyelamatan serta evakuasi secepat mungkin.

 

Prestasi Basarnas

Sejauh ini tim Basarnas selalu terjun langsung menyelamatkan dan mengevakuasi korban dari berbagai musibah yang menimpa bangsa Indonesia. Bahkan beberapa diantaranya menjadi sorotan dunia internasional, yang kebanyakan memuji dan mengapresiasi kinerja dari Basarnas Indonesia. Artinya di balik sebuah bencana atau musibah, terselip juga suatu kebanggaan dari dedikasi para anggota Basarnas Indonesia yang dengan segala kemampuannya dalam menolong sesama. 

Sebagaimana dikutip dari “Wow Indonesia Trans7”,  ada beberapa prestasi yang cukup membanggakan dan tentunya perlu kita berikan apresiasi lebih pada anggota Basarnas Indonesia. Beberapa prestasi yang telah dicapai tim Badan SAR Nasional dan diakui dunia Internasional antara lain:

  • Tim Basarnas sukses mengevakuasi penumpang pesawat lion air boeing 737800 di laut Bali pada tahun 2013 yang lalu. 
  • Tim Basarnas juga berhasil menemukan tempat atau posisi jatuhnya pesawat Sukhoi super jet 100 pada tahun 2012 yang menewaskan 45 orang.
  • Tim Basarnas juga berhasil mengevakuasi pesawat air asia Indonesia QZ 8501 serta evakuasi korban pesawat trigana air secara optimal di Papua. menjadi catatan sejarah baru bangsa ini sebagai pemilik regu penyelamat yang bisa diandalkan dunia. 
  • Bahkan berkat kesigapan tim rescue Indonesia dari tragedi kecelakaan pesawat air Asia QZ 8501 di selat Karimata, Kalimantan tengah, Basarnas disebut sebagai salah satu regu penyelamat terbaik di dunia oleh Asia managing editor flightglobal. 
  • Adapun kejadian yang menarik perhatian dunia, yang ikut terlibat mencari pesawat air bush 320200 yang membawa 155 penumpang dan  tujuh awak. Bagi Basarnas pada waktu itu hanya butuh waktu tiga hari saja untuk menemukan kotak hitam dan bagian utama dari badan pesawat, sementara badan rescue dari negara lain masih sibuk mencari dan mengumpukkan data terakhir dari penerbangan pesawat air asia dengan rute bandara Juanda Surabaya ke Singapura. Apresiaisi dunia terhadap kinerja Badan SAR Nasional terus berlanjut, otoritas Korea Selatan bahkan samapi berterima kasih pada pemerintah Indonesia atas cepatnya informasi yang mereka peroleh dari Basarnas, karena ternyata ada tiga warga negara Korsel dalam pesawat tersebut. 

Dilansir dari Merdeka.com, berbagai media asing pun beramai-ramai menyampaikan pujian yang besar terhadap kinerja yang dilakukan Basarnas. Team Search and rescue (Basarnas) Indonesia disebut sebagai sangat kredible. Bahkan direktur majalah penerbangan FlighGlobal Greg Waldron memuji: “Indonesia punya pengalaman banyak bencana. Dan sangat hebat melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan.

Pujian terhadap kinerja Basarnas juga  juga dimuat dalam Wall Street Journal (WSJ), yang notabene merupakan media ekbis terkemuka dari Amerika Serikat  yang secara khusus mengulas bagaimana kecepatan penemuan pesawat Air Asia oleh tim Basarnas. Pendapat mereka adalah hal itu tak lepas dari kematangan Basarnas menangani berbagai kecelakaan pesawat, maupun bencana alam di Indonesia.

Masih banyak yang secara terang-terangan memberikan pujian atas kinerja Badan SAR nasional Indonesia. Namun secara umum media-media internasional menyoroti bagaimana tim basarnas kita bekerja. Misalnya mereka menyoroti prosedur kerja Basarnas Indonesia yang mana sebelum memulai pencarian korban atau apapun, selalu dimulai dengan berdoa bersama. Menurut pandangan mereka hal tersebut hamoir tidak pernah ditemukan dari tim SAR manapun di negara lain.

Kabarnya, Indonesia memiliki kapal tak berawak yang bisa melakukan navigasi dalam gelombang laut yang sangat besar. Selain dibekali dengan alat yang canggih, para personel Basarnas juga dibekali dengan kemampuan fisik yang mumpuni di berbagai medan, termasuk teknik survival di darat dan di air, navigasi hutan rawa laut dan uadara hingga orientasi medan mutlak mereka terapkan hendak melakukan tindakan rescue.

 

Sarana Penyelamatan Tim Basarnas

Untuk memudahkan dalam melakukan berbagai pencarian dan peneyelamatan korban bencana, saat ini timBadan SAR Nasional Indonesia sudah dilengkapi dengan berbagai  sarana yang sangat memadai. Baik itu untuk sarana penyelamatan di laut, di darat dan di  udara.

 

Sarana Laut. 

Sebagaimana data yang diperoleh dari laman resmi Badan SAR Nasional, untuk kelangkapan sarana penyelamatan laut Basarnas memiliki:

  • Rescue Ship. Yaitu kapal kelas I versi SAR dengan panjang hingga 40 meter.kapal ini  digunakan sebagai sarana pencarian dan pertolongan dilengkapi dengan peralatan SAR 
  • Rescue Boat. Yaitu kapal versi SAR yang digunakan sebagai sarana pencarian dan pertolongan yang juga dilengkapi dengan peralatan SAR, kapal ini digolongkan menjadi 3 ( tiga) jenis.
  • Hovercraft. Yaitu sebuah kendaraan yang bisa berjalan diatas bantalan udara (air cushion) yang dilengkapi dengan baling – baling. Digunakan sebagai sarana pencarian dan pertolongan di perairan, lumpur dan rawa-rawa;
  • Rigid Inflatable Boat. Yaitu sebuah perahu berbahan karet dengan lunas fiber glass serta dilengkapi kemudi, yang digunakan sebagai sarana pencarian dan pertolongan di area perairan/ laut; 
  • Rubber Boat. yaitu perahu berbahan dasar karet yang dapat dikembangkan dan dilipat, yang dilengkapi dengan motor tempel sebagai sarana pencarian dan pertolongan di area perairan/ laut; 
  • Rafting Boat. Yaitu perahu karet tanpa motor tempel, yang decknya tidak terbuat dari material keras sehingga mempunyai kelenturan untuk melintasi sungai yang berbatu-batu / daerah lokasi banjir.

 

Sarana Darat

Untuk sarana darat yang dimiliki oleh Tim Basarnas Indonesia antara lain:

  • Rescue Truck adalah kendaraan jenis truck yang dirancang khusus dan dilengkapi dengan peralatan SAR untuk mendukung pelaksanaan tugas SAR;
  • Rescue Car adalah kendaraan yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan tugas SAR, yang terdiri atas
  • Rescue car type 2 adalah Kendaraan reaksi cepat yang dirancang khusus untuk mengangkut personil,peralatan dan perlengkapan SAR;
  • Truck Personil adalah kendaraan jenis truck yang dirancang sebagai alat angkut tim SAR dan perbekalan untuk mendukung pelaksanaan tugas SAR;
  • Ambulance adalah kendaraan jenis minibus yang dirancang sebagai alat angkut korban dan dilengkapi dengan peralatan medis;
  • Sepeda Motor adalah kendaraan roda dua yang mampu digunakan menuju lokasi yang sulit dijangkau kendaraan roda empat untuk mendukung pelaksanaan tugas SAR

 

Sarana Udara

Adapaun untuk sarana yang digunakan untuk penyelamatan udara Basarnas telah memiliki:

  • SAR Helikopter adalah pesawat rotary wing versi SAR yang mempunyai fungsi serbaguna dan dilengkapi dengan peralatan SAR serta dapat dioperasikan di berbagai medan untuk mendukung pelaksanaan tugas SAR; Helikopter mediumEurocopterAS-365 N3+ (Dauphin). Helikopter  ringanBölkow BO 105
  • SAR Airplane adalah pesawat fixed wing versi SAR yang dilengkapi dengan peralatan SAR dan mempunyai daya jelajah lebih luas dengan fungsi utama untuk pencarian dan dropping, guna mendukung pelaksanaan tugas SAR.

Itulah beberapa hal menarik tentang Basarnas yang perlu kita ketahui. Semoga kita bisa lebih mengenal lebih jauh Basarnas Indonesia yang selalu memberikan totalitas dalam melakukan penyelamatan dan evakuasi terhadap para korban bencana. Jika dunia internasional saja kagum dengan kemampuan Basarnas, maka sudah sepatutnya kita sebagai warga negara Indonesia berbangga memiliki tim penyelamat yang sangat handal.

Kedepan kita berharap semoga bencana menjauh dari bumi Nusantara tercinta ini. Tapi seandainya pun bencana tersebut masih juga belum beranjak, kita berdo’a semoga tidak memakan korban jiwa. Selamat berjuang Basarnas. Kami menghargai tinggi segala kerja kerasmu.

 

 
 
Penulis : Agung 
Editor : Sasang PS 
 



Related Article