By Admin  Article Published 19 January 2017
 

Mengenal IPDN atau Institut Pemerintahan Dalam Negeri – Pastinya sudah sering kita mendengar nama Institut Pemerintahan Dalam Negeri atau yang lebih sering dikenal dengan IPDN. Salah satu perguruan tinggi milik pemerintah ini sering menyedot perhatian publik karena berita tentang berbagai kekerasan yang pernah terjadi disana. Namun taukah Anda seperti apa sebenarnya IPDN itu?

 

Logo Institut Departemen Dalam Negeri IPDN

Agar mengetahui lebih detail, maka kita perlu Mengenal IPDN atau Institut Pemerintahan Dalam Negeri. IPDN ini berawal dari didirikannya APDN (Akademi Pemerintahan Dalam Negeri) di Malang Jawa Timu berdasarkan SK Mendagri No.Pend. 1/20/565 tanggal 24 September 1956 dengan jabatan Direktur Pertama dr. Raspio Woerjadiningrat. Agar memenuhi kebutuhan tenaga kader aparatur pemerintah pada tiap daerah, semenjak tahun 1965 secara bertahap didirikan APDN di berbagai provinsi yang telah berdiri 20 APDN di seluruh Indonesia, lokasi APDN tersebut yaitu di Banda Aceh, Bukittinggi, Medan, Jambi, Pekanbaru, Palembang, Tanjung Karang, Semarang, Bandung, Malang, Kupang, Mataram, Makassar, Manado, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin,Samarinda, Ambon, serta Jayapura.

Hingga tahun 1991 menjadi tahun alumnus berakhimya APDN yang telah menghasilkan 27.910 orang, dengan penempatan tersebar di 27 Propinsi. Para alumninya telah mengembangkan diri dan pendidikan selanjutnya serta banyak yang telah menduduki jabatan teratas di Departemen Dalam Negeri. Dalam menyamakan pola pendidikan APDN maka dikeluarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 38 Tahun 1988 mengenai Pembentukan APDN yang bersifat Nasional berpusat di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Selanjutnya dikeluarkan pula Keputusan Presiden No.42 Tahun 1992, yang mengubah APDN jadi STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri). Untuk lulusan Program D-IV STPDN mendapat gelar Sarjana Sains Terapan Pemerintahan atau SSTP. Lulusan STPDN diharapkan mempunyai tiga kompetensi dasar yaitu:

  • Kepemimpinan (Leadership),
  • Kepelayanan (Stewardship),
  • Kenegarawanan (Statemanship).

 

Adanya kasus kekerasan pada praja hingga menyebabkannya meninggal dunia, kemudian pemerintah melalui Departemen Dalam Negeri memutuskan untuk melebur Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) dengan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) menjadi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di tahun 2005. Perubahan yang diatur Keppres Nomor 87/2004 tentang Penggabungan STPDN dan IIP dan Permen Dalam Negeri No. 29 tahun 2005 mengenai Organisasi dan Tata Kerja IPDN, sebenarnya telah dirancang sejak 1998 karena terdapat aturan yang membatasi setiap departemen hanya mempunyai satu pendidikan kedinasan.

Kemudian pada 10 Oktober 2007, IPDN diubah kembali menjadi Institut Ilmu Pemerintahan (IIP), tapi IIP yang baru ini tak akan hanya memiliki kampus di Jatinangor, tapi juga di beberapa daerah lainnya. Selain itu dari segi sistem pendidikan akan berbeda dari IPDN.

 

Alasan Pengembangan Program Studi

Seiring dengan tuntutan kebutuhan sumber daya manusia berkualitas di lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah, STPDN segera merespons dengan membuka Program Pengembangan Pendidikan Magister (S2).

Untuk lebih Mengenal IPDN atau Institut Pemerintahan Dalam Negeri, kita jua perlu mengetahui alasan dari pengembangan program srudi. Alsan tersebut yaitu:

Alasan program studi

Ditinjau dari sudut substansi pendidikan, STPDN diberi otoritas dalam menyelenggarakan program pendidikan Profesional serta Akademik, namun selama ini baru melaksanakan program Diploma IV Pemerintahan. Padahal dengan adanya Otonomi Daerah yang luas, nyata dan bertanggungjawab, diperlukan ahli-ahli pemerintahan daerah pada tingkat Magister.

Alasan yuridis

Ditinjau dari kebijakan pendidikan tinggi kedinasan lembaga pendidikan di lingkungan Departemen Dalam Negeri serta berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku (PP Nomor 60 Tahun1999), terdapat cukup alasan yuridis untuk mempertahankan dan mengembangkan STPDN dengan membuka pendidikan S2.

Alasan akademik

Ditinjau dari segi akademik, STPDN saat ini mempunyai otoritas, kapasitas dan kapabilitas untuk mengembangkan disiplin pemerintahan sebagai ilmu dan keahlian. Jumlah dan kualitas tenaga pengajar, perpustakaan, dukungan sarana maupun prasarana pendidikan untuk mengembangkan program-program lain di luar program D-IV cukup memadai.

Alasan historis

STPDN yang berawal dari dua puluh APDN daerah berdasarkan KEPRES No. 42 Tahun 1992, mempunyai pengalaman luas dan strategis dalam pengelolaan pendidikan tinggi di jajaran Departemen Dalam Negeri, yang sejak awal mempunyai komitmen untuk mendidik kader Pimpinan Pemerintahan (Pamong Praja), melalui pendekatan Akademik dan Praktis. Untuk kepentingan tersebut, kurikulum disusun, disesuaikan dan ditingkatkan berdasarkan kebutuhan dan tuntutan keilmuan, keterampilan dan kepribadian guna melaksanakan tugas di lingkungan Pemerintahan Dalam Negeri secara proporsional dan profesional.

Alasan empiris: Alumni STPDN Program D-III dan D-IV sampai Angkatan Ke-XII berjumlah 8.496 orang dengan penugasan yang tersebar pada seluruh propinsi d Indonesia. Di antara mereka secara terbatas sudah melanjutkan S1 dan S2 di Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta. Mereka pada umumnya telah menduduki jabatan pada jenjang menengah ke bawah pada jajaran pemerintahan provinsi maupun daerah Kabupaten/Kota. Dengan demikian terbuka peluang untuk menampung hasrat alumni untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi sesuai tuntutan kebutuhan kedinasan.

 

IPDN Jatinangor

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor merupakan penggabungan dari STPDN & IIP yang semula merupakan penggabungan dari berbagai APDN di seluruh Indonesia.

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menyelenggarakan pendidikan tinggi mencakup program pendidikan diploma, spesialis, sarjana, magister dan doktor yang merupakan bagian Integral dari sistem pendidikan nasional. Program pendidikan dimaksud dilaksanakan sesuai kebutuhan pelayanan pada masyarakat, bangsa, negara dan pemerintah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pelaksanaan Pendidikan

  1. Visi dan Misi

Visi penyelenggaraan pendidikan IPDN adalah “unggul dalam menyiapkan kader pimpinan pemerintahan yang professional, demokratis dan berwawasan kenegarawanan”. Dari visi tersebut terdapat tiga kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh lulusan/ alumni IPDN yaitu :

  1. Kepemimpinan (Leadership)
  2. Kepelayanan (Stewardship)
  3. Kenegarawanan (Statemanship)

Misi IPDN adalah meningkatkan kualitas peserta didik sesuai dengan tuntutan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang berwawasan budaya dan lingkungan serta meletakan landasan pembentukan watak dan kepribadian, pengamalan nilai-nilai agama, budi pekerti luhur, wawasan dan jiwa kebangsaan serta penguasaan dan kemampuan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adapun makna pendidikan di IPDN tersirat pada lambang IPDN.

  1. Asas Pendidikan

Asas pendidikan Institut Pemerintahan Dalam Negeri merupakan norma-norma yang menjadi pegangan bagi lembaga. Asas-asas tersebut adalah:

  1. Asas universal dan objektif
  2. Asas kepemimpinan olah praja
  3. Asas perkembangan individu yang selaras, terdiri dari :
  1. Asas orientasi pada masa depan
  2. Asas tujuan pada tingkah laku manusia
  3. Asas motivasi
  4. Asas kegunaan
  5. Asas alih ajar
  6. Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan IPDN adalah membentuk manusia susila yang cakap, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta mempunyai keinsyafan untuk bertanggung jawab terhadap kelangsungan penyelenggaraan pemerintahan pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya, untuk memangku jabatan pimpinan pemerintah di lingkungan Departemen Dalam Negeri.

  1. Sistem dan Metode Pendidikan
  1. Sistem dan pendidikan di IPDN memuat Tri Tunggal Terpusat, yaitu integralistik antara Pengajaran, Pengasuhan dan Pelatihan (Cognitive, Affectif, and Psychomotoric)
  2. Kegiatan pendidikan di IPDN diselenggarakan menurut sistem yang bersumber pada :
  1. Keluaga, meliputi pengaruh dari orang tua, sanak saudara secara langsung maupun tidak langsung
  2. Sekolah, meliputi pengaruh dari “Civitas Akademika” baik secara langsung maupun tidak langsung.
  3. Masyarakat, meliputi pengaruh dari masyarakat secara keseluruhan.
  1. Metode yang digunakan dalam pendidikan dapat dirumuskan sebagai berikut:
  1. Metode Among Asuh, yaitu metode umum pendidikan yang bersifat universal, berlaku bagi setiap Pendidikan Nasional yang dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:
  1. Ing Ngarso Sung Tulodho, yang berarti interaksi atas kepemimpinan yang selalu mendahului dalam memberikan teladan.
  2. Ing Madyo Mangun Karso, yang berarti mendinamisasikan dalam menumbuhkan kehendak.
  3. Tutwuri Handayani, yang berarti selalu mengikuti dan memberikan semangat.
  1. Metode Deduktif, yaitu upaya pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan dilaksanakan seimbang, terpadu, dan simultan sesuai dengan proporsi teori dan praktek serta intensitas pengasuhan.
  2. Metode Teknik Penyajian, yaitu metode penyajian yang dilaksanakan dengan menggunakan teknologi pendidikan dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi maupun sasaran pendidikan.
  1. Tri Tunggal Terpusat

Pendidikan di IPDN dilaksanakan melalui Tri Tunggal Terpusat pendidikan yang satu dengan yang lainnya saling mempengaruhi, sehingga mutlak adanya kerja sama yang terpadu secara harmonis, bulat dan terintegrasi. Berikut Tri Tunggal Terpusat pendidikan tersebut adalah:

  1. Pengajaran yaitu upaya pendidikan yang berbentuk kuliah, ceramah dan instruksional di kelas dengan sasaran untuk memberikan pengertian, pemahaman dan pendalaman pengetahuan teoritik dan pragmatis yang memberikan dasar bagi keahlian professional bidang pemerintahan dalam negeri pada umumnya dan pemerintah wilayah/daerah pada khususnya dan tekhnik penyajian secara deduktif psikologis.
  2. Pelatihan yaitu upaya pendidikan yang berbentuk aplikasi yang dilakukan baik di kelas, laboratorium maupun di lapangan yang sasarannya ditujukan untuk membentuk kemampuan, penguasaan dan analisis masalah praktis dalam keterampilan profesional dan sekaligus dalam pembentukan keterampilan kader pemerintahan.
  3. Pengasuhan yaitu upaya pendidikan yang berbentuk pendidikan dan penyuluhan di lingkungan pendidikan dengan sasaran utama untuk menanamkan nilai-nilai positif yang selaras, dengan penguasaan pengetahuan kader-kader pimpinan. Dalam proses pengasuhan peserta didik (praja) di harapkan dapat memahami dan menerapkan prinsip kepemimpinan Astha Brata.

Sebagai wahana uji coba ketiga upaya pendidikan tersebut pada tiap akhir semester genap, dilaksanakan praktek lapangan ke desa-desa dengan rincian sebagai berikut:

  1. Untuk Praja Tk1 (Muda Praja) disebut Pengenal Praktek Lapangan (PPL) di desa dengan kualifikasinya Desa Swasembada.
  2. Untuk Praja TkII (Madya Praja) disebut Praktek Kerja Lapangan (PKL) di desa dengan kualifikasinya Desa Swakarya.
  3. Untuk Praja Tk III (Nindya Praja) Melaksanakan praktek pembinaan desa percontohan (Desa Laboratorium Unit Kerja).
  4. Untuk Praja Tk IV ( Wasana Praja) melaksanakan kegiatan magang (intership), Bhakti Karya Praja (BKP) dan ikut berpartisipasi dalam Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara bersama-sama para Taruna Akademi TNI dan POLRI.
  1. Fakultas dan Jurusan

Institut Pemerintahan Dalam Negeri mempunyai 2 (dua) fakultas, terdir dari 6 (enam) jurusan. Yaitu :

  1. Fakultas Politik Pemerintahan, terdiri dari 2 (dua) jurusan :
  1. Jurusan kebijakan pemerintahan
  2. Jurusan pemberdayaan masyarakat
  1. Fakultas Manajemen Pemerintahan, terdiri dari 4 (empat) jurusan :
  1. Jurusan manajemen keuangan daerah
  2. Jurusan manajemen sumber daya aparatur
  3. Jurusan manajemen pembangunan
  4. Jurusan manajemen kependudukan
  1. Tahapan Pembinaan

Untuk mencapai kualifikasi hasil didik sebagaimana dirumuskan dalam tujuan pendidikan dan tujuan kurikulum yang diimplementasikan melalui proses secara bertahap dan berlanjut sebagai berikut:

  1. Tahap penanaman diberikan pada Muda Praja adalah tahap menanamkan nilai-nilai dasar kepemimpinan pemerintahan Indonesia dan nilai-nilai dasar profesi, olah pikir dan dasar-dasar keterampilan sebagi persiapan menerima pengetahuan yang bersifat teknis dan latihan lanjutan.
  2. Tahap penumbuhan diberikan kepada Madya Praja adalah tahap penumbuhan kesadaran terhadap nilai-nilai dasar kepemimpinan permintaan Indonesia, dan memantapkan oleh pikir serta keterampilan sebagai persiapan menerima pengetahuan yang bersifat teknis dan latihan lanjutan.
  3. Tahap pengembangan diberikan kepada Nindya Praja adalah tahap pengembangan penghayatan nilai keterampilan yang berhubungan dengan profesinya.
  4. Tahap pemantapan diberikan kepada Wasana Praja adalah tahap memantapkan nilai-nilai kepemimpinan pemerintahan Indonesia melalui penguasaan dan kemampuan pengetahuan maupun keterampila profesi, agar dapat mengaplikasikannya secara langsung dalam penguasaan di daerah.

 

Persyaratan Pendaftaran

Bagi Anda yang belum Mengenal IPDN atau Institut Pemerintahan Dalam Negeri, ada baiknya mengetahui bagaimana proses penerimaannya sebagai berikut:

Persyaratan Umum

  1. Warga Negara Indonesia;
  2. Usia peserta seleksi minimal 16 (enam belas) tahun dan maksimal 21 (dua puluh satu) tahun pada saat pendaftaran
  3. Tinggi badan pendaftar bagi pria minimal 160 cm dan pelamar wanita minimal 155 cm.

Persyaratan Administrasi:

  1. Berijazah serendah-rendahnya Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA) dengan ketentuan:
  1. Nilai rata-rata Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) minimal 7,00;
  2. Khusus bagi Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat Nilai rata-rata Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) minimal 6,50.
  1. KTP bagi peserta yang berusia diatas 17 Tahun atau Kartu Keluarga bagi yang belum memiliki KTP
  2. Surat keterangan Kepala Sekolah masing-masing sebagai peserta Ujian Nasional bagi siswa SMA/MA kelas 3
  3. Surat elektronik/e-mail yang masih aktif
  4. Pas photo.

Persyaratan Khusus

  1. Tidak sedang menjalani atau terancam hukuman pidana karena melakukan kejahatan
  2. Tidak ditindik atau bekas ditindik telinganya atau anggota badan lainnya bagi pendaftar pria, kecuali karena ketentuan agama/adat
  3. Tidak bertato atau bekas tato
  4. Tidak menggunakan kacamata/lensa kontak
  5. Belum pernah menikah/kawin, bagi pendaftar wanita belum pernah hamil/melahirkan
  6. Apabila pendaftar dinyatakan lulus dan dikukuhkan sebagai Praja IPDN, maka pendaftar:
  1. Bersedia untuk tidak Menikah/Kawin selama mengikuti pendidikan
  2. Bersedia diangkat menjadi CPNS/PNS dan ditugaskan/ditempatkan di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia;
  3. Bersedia ditempatkan pada seluruh kampus IPDN;
  4. Bersedia mentaati segala Peraturan yang berlaku di IPDN;
  5. Bersedia diberhentikan sebagai Praja IPDN jika melakukan tindakan kriminal, mengkonsumsi dan atau menjual belikan narkoba, melakukan perkelahian, pemukulan, pengeroyokan, dan melakukan tindakan asusila atau penyimpangan seksual
  1. Bersedia dikembalikan ke daerah masing-masing tanpa biaya IPDN apabila terbukti melakukan pemalsuan identitas/dokumen atau tidak memenuhi persyaratan pendaftaran di atas.

Ketentuan Pendaftaran

Pendaftaran penerimaan Calon Praja IPDN dilakukan bersamaan dengan pendaftaran Mahasiswa/Taruna Perguruan Tinggi Kedinasan secara terpusat dan Onlinemelalui website resmi Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sampai dengan pendaftar memperoleh password dari Panselnas melalui e-mail pendaftar.

Selanjutnya pendaftar melakukan login dengan menggunakan password yang diperoleh dari Panselnas ke website resmi Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN ke http://spcp.ipdn.ac.id" untuk:

  1. Mengisi biodata Calon Peserta Seleksi
  2. Mengunggah Scanning dokumen sebagai berikut:
  1. KTP asli bagi peserta yang berusia diatas 17 Tahun atau Kartu Keluarga/Akta Kelahiran bagi yang belum memiliki KTP (dengan format jpg maksimum 500 KB)
  2. Ijazah/STTB asli atau photocopy legalisir (dengan format pdf maksimum 1)

Itulah penjabaran untuk lebih Mengenal IPDN atau Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Semoga bermanfaat.

 

 

Penulis : Agung

Sumber:

http://spcp.ipdn.ac.id

http://praja-stpdn.blogspot.co.id

http://catatanpamong.blogspot.co.id

https://akhsarabay.wordpress.com 




Related Article