By Admin  Article Published 28 December 2016
 
 Perkembangan dan Kemajuan PT KAI 

PT KAI (Persero) adalah satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perkeretaapian yanga ada di Indonesia. PT KAI (Persero) merupakan perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh negara secara konsisten menggunakan prinsip transparansi, tanggung jawab akuntabilitas, kemandirian, dan juga profesionalisme dalam mengelola dan juga menjalankan bisnisnya dengan tetap menjadikan Peraturan Perundang-undangan di Indonsia sebagai pedomanya. Untuk mengetahui lebih jauh tentang PT KAI, simaklah beberapa informasi terkini terkait PT KAI berikut ini. 

 

Sejarah

Kehadiran kereta api untuk pertama kalinya di Indonesia ditandai dengan pencangkulan pertama pada pembangunan jalan KA di desa Kemijen, pada hari Jum'at tanggal 17-Juni-1864 oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda yakni Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele. Pembangunan ini diprakarsai oleh Naamlooze Venootschap yang dipimpin langsung oleh Ir. J.P de Bordes dari Kemijen ke desa Tanggung sejauh 26 Km dengan lebar kereta 1435 mm. Ruas jalan tersebut dibuka untuk angkutan umum  tepatnya pada hari Sabtu, tanggal 10-Agustus-1867. Keberhasilan Naamlooze Venootschap dalam membangun jalan Kereta api antara Kemijen  hinggaTanggung, sampai bisa menghubungkanantara kota Semarang dan Surakarta (110 Km), akhirnya mendorong para investor untuk membangun jalur KA di daerah yang lainnya. Tak mengherankan, jika pertambah panjang jalan rel pada tahun 1864 hingga 1900 tumbuh dengan cukup pesat. Jika tahun 1867 sekitar 25 Km yang berkembang, pada tahun 1870 bertumbuh lagi menjadi 110 Km, kemudian pada tahun 1880 mampu mencapai 405 Km, tahun 1890 mencapai  1.427 Km dan pada tahun 1900 bisa mencapai 3.338 Km.

Selain di Jawa, pembangunan jalur KA juga juga dilakukan di Aceh pada tahun 1874, Sumatera Utara pada tahun 1886, Sumatera Barat pada tahun 1891, Sumatera Selatan pada tahun 1914, bahkan pada tahun 1922 di Sulawasi juga sudah  dibangun jalan Kereta api sepanjang 47 Km diantar Makasar dan Takalar, yang pengoperasiannya dikerjakan pada tanggal 1-Juli-1923, sisanya Ujungpandang - Maros masih belum sempat diselesaikan pada waktu. Sedangkan di Kalimantan, walaupun belum sempat dibangun, tapi studi jalan KA antar Pontianak dan Sambas (220 Km) telah diselesaikan. Demikian pula di pulau Bali dan juga Lombok, pernah juga dilakukan studi  untuk pembangunan jalan KA. Hingga tahun 1939, panjang jalur KA di Indonesia sudah mencapai 6.811 Km. Namun, pada tahun 1950 panjang jalan tersebut berkurang menjadi 5.910 km, sekitar 901 Km yang raib, diperkirakan karena dibongkar pada masa pendudukan Jepang dan dipindahkan ke Burma untuk pembangunan KA di sana.

Jalan rel KA yang di Indonesia awalnya dibedakan menjadi beberapa jenis, lebar kereta 1.067 mm; 750 mm (di Aceh) lalu 600 mm pada beberapa lintas cabang. Jalan rel KA yang dibongkar pada waktu pendudukan Jepang pada tahun 1942 hingga 1943 sepanjang 473 Km, sedangkan dibangun pada masa pendudukan Jepang ialah 83 km antara Bayah hingga Cikara dan 220 Km diantara Muaro hingga Pekanbaru. Namun sangat disayangkan, dengan memakai teknologi yang seadanya, jalur KA Muaro – Pekanbaru yang direncanakan selesai pembangunannya sekitar 15 bulan yang mempekerjakan kurang lebih 27.500 orang, 25.000 diantaranya merupakan  Romusha. Jalan KA yang melintasi perbukitan, rawa-rawa, serta sungai yang aliranya deras sudah banyak menelan korban yang pemakamanya banyak tersebar di sepanjang Muaro hingga Pekanbaru.

Lalu pada tanggal 17-Agustus-1945, seusai kemerdekaan Indonesia diproklamirkan, karyawan KA yang masuk dalam Angkatan Moeda Kereta Api atau AMKA mengambil alih kekuasaan KA dari pihak Jepang. Kejadian bersejarah tersebut tepatnya terjadi pada tanggal 28-September-1945. Pernyataan sikap yang dilakuakan oleh Ismangil dan beberapa anggota AMKA lainnya, menegaskan jika mulai tanggal tersebut kekuasaan perkeretaapian sudah berada di tangan rakyat Indonesia. Orang Jepang tidak diinzinkan untuk ikut campur dengan urusan perkeretaapian yang ada di Indonesia. Inilah yang landasan utama mengapa tanggal 28 September 1945 ditetapkan sebagai Hari Kereta Api di Indonesia, dan dibentuknya Djawatan Kereta Api Republik Indonesia atau DKARI. Setelah itu PT KAI mengalami perkembangan dari tahun ke tahunya. 

Selanjutnya tepat pada Tahun 2015, PT KAI (Persero) mempunyai karyawan sejumlah 25.361 orang untuk memberikan pelayanan di Jawa dan juga Sumatera. Jumlah tersebut dibagi menurut  pendidikan, dan usia seperti yang tertera pada tabel berikut ini :

Pendidikan Jumlah Pegawai Tahun 2015 Usia Jumlah Pegawai Tahun 2015
SD 1.512 <30 11.272
SLTP 1.536 31-40 5.157
SLTA
20.275
41-50 5.736
D3 583 51-56 3.196
 S.1  1.377    
 S2  78    
 JUMLAH  25.361  JUMLAH:  25.361

 

 

Praktik Tata Kelola

PT KAI (Persero) juga menerapakan  Good Corporate Governance atau GCG yang dikenal sebagai suatu sistem untuk mengatur bagaimana cara mengelola perusahaan dikelola dengan tujuan untuk meningkatkan daya saing dan juga kelangsungan usaha. Dengan adanya pembagian hak, fungsi, kewajiban, dan juga tanggung jawab pihak yang berkepentingan dengan jelas memberikan landasan untuk memastikan seluruh proses dan mekanisme dikerjakan dengan baik agar tujuan perusahaan bisa tercapai serta mencegah terjadinya penyimpangan dan juga risiko yang bisa mengakibatkan kegagalan pada pencapaian tujuan.

Profil PT KAI Atau Kereta Api Indonesia dan Perkembangannya

Selain bertujuan untuk mengarahkan dan juga mengendalikan perusahaan demi untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan, prinsip GCG juga bertujuan untuk memperhatikan keseimbangan diantara hak dan juga kewajiban stakeholders. Penerapan GCG juga berguna untuk mempercepat PT KAI (Persero) dalam membentuk budaya dalam perusahaan seperti integritas, inovasi, keselamatan, profesionalisme, dan pelayanan yang prima. Penerapan GCG pada PT KAI (Persero) untuk mencapai keberhasilan berdasarkan tujuan Perusahaan, visi dan misi perusahaan berlandaskan pada 5 prinsip dasar dasar GCG yakni:

  1. Akuntabilitas (accountability) yakni kejelasan fungsi, pertanggungjawaban dan pelaksanaan sehingga pengelolaan Perusahaan bisa terlaksana lebih efektif.
  2. Transparansi (transparency) yakni keterbukaan dalam mengungkapkan informasi yang relevan tentang Perusahaan
  3. Pertanggungjawaban (responsibility) yakni kesesuaian dalam mengelola Perusahaan yang berlandaskan pada peraturan perundang-undangan dan juga prinsip-prinsip korporasi yang sehat.
  4. Kewajaran (fairness) yakni  keadilan dan juga kesetaraan di dalam memenuhi hak-hak Pemangku Kepentingan (Stakeholders) berdasarkan perjanjian dan  juga peraturan perundang-undangan
  5. Kemandirian (independency) yakni keadaaan di mana Perusahaan diatur secara profesional tanpa pengaruh/tekanandan benturan dari pihak lain yang tak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan juga prinsip-prinsip korporasi yang sehat.

Insan PT KAI (Persero) mengerti benar saat menerapkan prinsip GCG bisa mendukung tercapainya tujuan dari Perusahaan baik dalam hal profitabilitas, pertumbuhan usaha, dan juga keberlangsungan usaha. Dengan begitu, Perusahaan bisa memberikan nilai tambah untuk stakeholders, memberikan kontribusi secara optimal untuk negara dan meningkatkan kesejahteraan keluarga besar Perusahaan. PT KAI (Persero) menyusun  roadmap  dan framework  dalam mengimplementasikan GCG dengan berkesinambungan. Hal tersebut disusun dan juga dipahami oleh seluruh anggota PT KAI (Persero) dan diaplikasikan keseluruh lapisan perusahaan. 

 

Pelayanan Penumpang

Sebagai sebuah perusahaan yang mengelola perkeretaapian, PT KAI atau PT. Kereta Api Indonesia sudah banyak mengoperasikan Kereta api penumpangnya, baik itu KA Utama (Komersil dan juga Non Komersil), ataupun KA Lokal  yang ada di Jawa dan juga Sumatera, yang terdiri dari, KA Eksekutif, KA Ekonomi AC, KA Bisnis, KA Ekonomi, KA Campuran (Eksekutif, Bisnis dan Ekonomi), KA Lokal. Setiap Kereta Api juga dilengkapi dengan Kereta Makan sebagai Restorasi. Restorasi untuk melayani makan dan juga minum selama perjalanan anda berlangsung. Terdapat berbagai menu-menu khas Kereta Api yang bisa pelanggan dinikmati. Kru Restorasi sendiri terdiri dari, Koki, Prama dan juga Prami yang siap untuk melayani anda di dalam perjalanan. Sedangkan untuk KA sendiri doperasikan oleh KRU KA yang handal. Kru KA merupakan petugas Kereta Api yang memiliki tanggung jawab selama perjalanan berlangsung. Kru KA dimulai dari Masinis, Assisten Masinis, Teknisi KA, Kondektur dan Runner AC. Mereka sudah terlatih secara profesional untuk melayani semua pelanggan Kereta Api. Selain itu saat menaiki kereta anda tidak perlu khawatir akan masalah kebersihan sebab sudah ada Petugas On Train Cleaning (OTC) ) bertugas untuk menjaga kebersihan Kereta Api. 

 

Ketentuan Saat Menaiki Kereta Api

  1. Setiap penumpang harus memiliki tiket saat hendak menaiki kereta. Tiket yakni dokumen yang sah dan tanda bukti terhadap adanya perjanjian angkutan, yang mana KAI wajib mengangkut orang yang sudah memiliki tiket dan mereka berhak mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan tingkat pelayanan yang mereka pilih.
  2. Tiket dikatan sah jika:
  1. Nama yang tertera pada tiket sama dengan nama yang tertera pada bukti identitas penumpang tersebut (KTP/ Pasport/SIM/ /bukti identitas yang lainnya)
  2. Nama, nomor kereta api, jam, tanggal keberangkatan, kelas dan jika relasi perjalanan yang tercantum pada  tiket sudah  sesuai dengan KA yang dinaiki
  1. Jika ketahuan tidak mempunyai tiket yang sah maka penumpang akan diturunkan dari kereta api.
  2. Jika penumpang akan menggunakan 2 kereta api ataupun lebih yang mempunyai  sifat persambungan maka penumpang harus menyisihkan waktu untuk persambungan dengan KA yang lainya. KAI tak bertanggung jawab atas ketertinggalan penumpang memakai kereta api lanjutannya sebab kereta api yang dinaiki pada waktu sebelumnya terlambat dan tidak akan diberikan kompensasi apapun. Jadi KAI hanya mau memberikan kompensasi berbentuk pengembalian bea tiket KA lanjutan bila kelambatan kereta api yang dinaiki sebelumnya lebih dari 3 jam
  3. Tidak diperbolehkan merokok di Kereta Api, jika kedapatan merokok maka penumpang bisa diturunkan dengan paksa distasiun pertama KA berhenti
  4. Orang yang dalam kondisi mabuk, orang yang mengganggu ataupun membahayakan penumpang lain dan orang yang menderita penyakit menular bisa dikenakan peraturan pengasingan dan dilarang untuk naik kereta api

Pemesanan Tiket

  1. Pemesanan tiket KA sudah bisa dilakukan sejak H-90 di loket agen, loket stasiun, Contact Center 121, minimarket, atau secara online melalui mobile aplication dan web.
  2. Pembelian yang dilakukan selain di kolet biasanya akan memperoleh bukti transaksi berbentuk email, struk, sms notifikasi ataupun dalam bentuk lainnya yang berisi kodebooking, data perjalanan penumpang dan data diri yang selanjutnya  harus ditukarkan dengan tiket ping tidak 1 jam sebelum KA berangkat.
  3. Penulisan nama dan juga nomor identitas haruslah sesuai dengan data yang tertera di bukti identitas yang calon penumpang miliki.
  4. Khusus penumpang yang berumurdibawah 17 tahun, bila belum mempunyai bukti identitas bisa menuliskan tanggal lahirnya dengan format ddmmyyyy sebagai nomor identitasnya

 

Kontribusi KAI dalan Memajukan Transportasi yang Berbasis Rel

Kereta api merupakan alat transportasi yang tak pernah bisa lepas dari kehidupan masyarakat di Indonesia. Bahkan, pada hari-hari tertentu seperti Hari Natal dan Lebaran, kereta api adalah transportasi massal yang masyarakat gunakan untuk mudik ke kampung halaman mereka. Pemerintah Indonesia melalui PT Kereta Api Indonesia (KAI), terus melakukan berbagai pembenahan, seperti pembenahan sarana infrastruktur ataupun layanan. Hal ini dilakukan dengan tujuan memberikan kenyamanan untuk masyarakat. Tidak hanya secara komersial, sebagai bukti dari komitmen penyediaan transportasi massa yang murah, pemerintah juga memberikan dana subsidi untuk tarif kereta api ke beberapa rute ataupun kereta rel listrik (KRL). Dan subsidi tersebut berubah setiap tahunya dan diambil dari anggaran negara. Bahkan yang terbaru pemerintah sedang menyiapkan kereta api yang canggih dan super cepat. Proyek tersebut adalah proyek kereta cepat rute Jakarta hingga Bandung. Sementara yang saat ini digadang-gadang ialah kereta cepat Jakarta-Surabaya.

Sebagai sebuah perusahaan yang ditugaskan  untuk menjadi operator perkereta apian di Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (Persero) sekarang memperoleh beberapa perintah baru dari Pemerintah yakni ditugaskan untuk berperan secara aktif dalam pengembangan dan juga kemajuan sistem transportasi yang berbasis rel sampai ke pelosok nusantara. Sekarang ini, PT KAI ditunjuk oleh pemerintah untuk berkontribusi dalam pengoperasian LRT Palembang, Kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta, LRT DKI, MRT Jabodetabek, Kereta Bandara Kulon Progo, Kereta Bandara Internasional Minangkabau, sampai menjadi operator dan juga pengelola sarana Kereta Api (KA) Trans Sulawesi. Selain itu PT KAI juga terlibat dalam Joint Operation (JO)/ BUMN Indonesia dan  juga China untuk mengerjakan kereta cepat. Kereta cepat yang bertajuk Kereta Cepat Indonesia dan China ini melibatkan PT KAI tak hanya berperan sebagai anggota konsorsium saja, tapi juga memiliki kesempatan besar untuk menjadi operatornya juga. Optimisme yang dimiliki ini karena  untuk menjadi operator transportasi haruslah sebuah badan usaha yang telah berpengalaman dan memiliki jam terbang yang tinggi dalam hal tersebut. Apalagi mengurus suatu badan usaha yang baru bukanlah perkara yang mudah.

Dari sekian banyak jenis tugas yang deiberikan kepada PT KAI, dalam jangka waktu dekat ini yang akan diselesaikan adalah LRT DKI dan LRT Palembang mengingat kedua transportasi tersebut menunjang Asian Games pada tahun 2018 yang direncanakan dilakukan di Jakarta dan juga Palembang. Sarana LRT Palembang sudah ditentukan untuk menggunakan teknologi listrik. Pasalnya, pemakaian listrik lebih ramah lingkungan, perawatannya juga  lebih mudah sebab hanya berupa motor listrik jadi perawatannya lebih sederhana. Proyek selanjutnya PT KAI yang akan dilakukan dalam waktu dekat yakni pengerjaan KA Bandara Internasional Minangkabau, Sumatera Barat yang rencananya akan dioperasikan pada tahun 2017. KA Bandara ini, prasarananya telah selesai hanya perlu meng-upgrade beberapa jembatan yaitu penyesuaian lebar kereta dan muatan beban. PT KAI memiliki tanggung jawab atas sarananya dan sekarang  ini sedang dalam tahap pelelangan, sedangkan prasarananya adalag  tanggungjawab Ditjenka Kemenhub. Demikianlah tadi ulasan tentang PT KAI. Semoga ulasan diatas bermanfaat untuk anda para pembaca. 


Penulis : Agung

Sumber:

 http://kereta-api.co.id/

 http://bisnis.liputan6.com/read/2397003/transportasi-kereta-api-ri-mulai-melaju-kencang

 http://biz.kompas.com/read/2016/04/07/082841728/Kontribusi.KAI.Memajukan.Transportasi.Negeri.Berbasis.Rel

 

 

 

 


Related Article