By Admin  Article Published 07 February 2017
 

Sekolah Tinggi Perikanan merupakan sekolah Tinggi negeri yang mendidik tenaga professional di bidang Perikanan laut dan darat. Sekolah ini di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang terletak di Jln AUP Pasar Minggu Jakarta Selatan.

 

Sejarah Sekolah Tinggi Perikanan

Di awal tahun enam puluhan, wajah Perikanan di Indonesia masih menyedihkan. Sebagai negara maritim yang memiliki potensi besar akan hasil laut bisa dikatakan sangat langka usaha-usaha pemanfaatannya. Perikanan di laut hanyalah dikelola oleh nelayan-nelayan tradisional yang menggunakan alat penangkapan, pengolahan dan pemasaran dengan cara yang sangat sederhana dan jauh terbelakang jika dibandingkan dengan negara-negara yang lainnya. Ahli-ahli perikanan masih bisa dihitung dengan jari, hanya beberapa yang mendapatkan pendidikan dari Jepang dan sebagian lagi dari Jerman. Pada umumnya situasi pendidikan di Indonesia masih melanjutkan sistem pendidikan Belanda yaitu tak diarahkan untuk mencetak tenaga pelaksana yang terampil di bidang usaha, demikian juga dengan dunia Perikanan.

 

Dr. Aziz Saeh, selaku Menteri Pertanian dan Agraria saat itu, prihatin melihat kondisi perikanan di Indonesia, di mana nelayan masih terbelakang dalam bidang social, tehnik dan ekonomi. Satu-satunya usaha perikanan yang berarti hanya Perusahaan milik Pemerintah Badan Pimpinan Umum Perikanan ataupun disingkat : BPU PERIKANI dengan Presiden Direktur Imam Sutopo. Perusahaan ini memiliki kegiatan di Semarang, Jakarta, Belawan, Surabaya,  Ambon dan Aer Tembaga (Manado).

 

BPU Perikani ingin mengadakan langkah-langkah modernisasi, namun salah satu hambatan penting yaitu tidak adanya tenaga-tenaga nelayan berpendidikan sebagai pelaksana modernisasi di darat ataupun di laut. Melihat hal tersebut dr. Aziz Saleh memberikan tugas kepada Ir. Soesilo Hardjoprakoso sebagai Staff Menteri, untuk menjajagi pembentukan Pendidikan khusus kenelayanan untuk mencetak tenaga-tenaga yang bisa diharapkan dalam pengembangan Perikanan di Indonesia khususnya dalam bidang usaha. Diingatkan agar pembentukannya jangan hingga mengulangi sebagaimana “Sekolah Usaha Tani” yang tak mencapai sasaran.

 

Sekolah Usaha Tani dimaksudkan dalam mendidik anak petani lulusan Sekolah Rakyat, agar nantinya bisa kembali ke desa sebagai petani terdidik. Namun hasilnya tak seperti yang diharapkan, setelah menjalani pendidikan selama satu tahun dengan pembiayaan pemerintah, mereka tak kembali ke desa tetapi masuk menjadi Pegawai Negeri.

 

Menurut  S.K. Menteri Pertanian tanggal 8 September 1960 No. 8924/SK/SD, dibentuklah suatu Panitia Pendidikan Perikanan Laut yang diketuai oleh Imam Sutopo dengan anggota-anggotanya : A.Kartono, R.Pranyoto, Ir. Hadi Atmowarsono, Suparso Malangyudo yang memiliki tugas antara lain : 

  1. Memberikan saran kepada Menteri Pertanian tentang susunan, bentuk dan  Badan Pendidikan Perikanan Laut yang akan menyelenggarakan pendidikan kejuruan tersebut.
  2. Menentukan kurikulum.
  3. Merencanakan anggaran, tempat pendidikan, perlengkapan serta tenaga-tenaga pengajar.

Pada awalnya tempat pendidikan direncanakan di daerah Ancol, tempat yang memang ideal untuk lembaga pendidikan perikanan karena ancol berdekatan dengan laut, namun rencana tersebut tertunda-tunda. Dekat dengan berdirinya lembaga pendidikan perikanan tersebut, untuk sementara Departemen Pertanian dan Agraria memberikan tanah kebun buah-buahan milik Departemen Pertanian dan Agraria, di sekitar Pasar Minggu yang ternyata sampai saat ini sudah menjadi kampus permanen.

 

Berdasarkan dengan S.K. Menteri Pertanian tanggal 9 Juni 1962 No. 31/PA/1962, dibentuklah suatu Badan Pendidikan dengan nama Lembaga Pendidikan Usaha Perikanan ang berkedudukan di Jakarta dengan tugas:

  1. Mendirikan dan menyelenggarakan sekolah-sekolah Usaha Perikanan dari tingkat menengah hingga tingkat akademi
  2. Mengadakan kursus-kursus tambahan kepada para pegawai Departemen Pertanian dan Agraria serta nelayan
  3. Mengadakan usaha-usaha pendidikan massal pada masyarakat yang menaruh minat pada usaha perikanan.

Berdasarkan dengan S.K. Menteri Pertanian tanggal 7 September 1962 No. 95/PA/1962, ditetapkan pendidikan perikanan dalam lingkungan LPUP yakni “AKADEMI USAHA PERIKANAN” yang memberikan pengajaran dan pendidikan tinggi ditujukan khusus kepada keahlian di bidang usaha perikanan, dengan direktur pertama Dr. Rustam Singgih.

 

Dalam  Surat Keputusan tersebut, Akademi Usaha Perikanan memiliki tiga jurusan yaitu :

  1. Teknologi perikanan
  2. Teknik penangkapan, termasuk tehnik perkapalan dan juga peralatan perikanan,
  3. Ekonomi Perikanan, pemasaran dan juga ketatalaksanaan usaha (manajemen).

Berdasarkan Keputusan Presiden R.I. No.44 dan No.45 tahun 1974, oleh Menteri Pertanian dengan S.K. No.136/Kpts/Org/4/75 tanggal 5 April 1975, Akademi Usaha Perikanan dialihkan tanggungjawabnya dari Direktorat Jenderal Perikanan kepada Badan Pendidikan, Latihan dan Penyuluhan Pertanian, sehingga sejak tanggal tersebut Direktur Akademi Usaha Perikanan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Badan. 

 

Karena masih kurangnya fasilitas pendidikan dan tenaga pengajar, maka jurusan yang ada pada angkatan pertama barulah menjadi Jurusan tehnik penangkapan. jurusan pengolahan hasil laut (tehnologi perikanan) dibentuklah pada angkatan kedua (1966), dan jurusan mesin dibentuklah pada angkatan kesebelas (1975).

 

Pada tahun 1968 terjadilah suatu kasus dimana akibatnya memiliki arti sejarah bagi Akademi Usaha Perikanan. Di Sumatera Utara ada satu perusahaan perikanan yang bekerja sama dengan Jepang dalam pengoperasian kapal penangkap, dimana ada beberapa alumni AUP yang bekerja bersama dengan tenaga-tenaga Jepang di atas kapal. Suatu hari terjadi sengketa antara awak kapal yang berbangsa Indonesia dengan awak kapal Jepang, yang akibatnya erjad tindakan indisiplinernya alumni-alumni AUP tersebut.

 

Dengan adanya peristiwa tersebut, Nizam Zachman, selaku dengan Direktur Jenderal Perikanan menginstruksikan kepada Direktur AUP untuk melaksanakan tugas-tugas antara lain :

  1. Memperbaiki kurikulum
  2. Meningkatkan pembinaan mental disiplin
  3. Merencanakan anggaran, tempat pendidikan,  perlengkapan dan tenaga-tenaga pengajar;
  4. Menggantikan istilah “sarjana muda perikanan“ dengan Ahli Penangkap Ikan dan Ahli Pengolahan Ikan.

Berdasarkan dengan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 0128/V/1983 tanggal 6 Mei 1983, Diklat AUP sudah disahkan sebagai Program Diploma 3 (D3) bidang Perikanan dalam lingkungan Departemen Pertanian.

 

Selaras dengan berkembangnya pembangunan, Diklat AUP statusnya ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi Perikanan berdasarkan Keppres No. 27 tahun 1993 tanggal 18 Maret 1993 yang memiliki tugas pokok menyelenggarakan program pendidikan keahlian di bidang perikanan (D4) dengan 3 jurusan yakni Teknologi Penangkapan Ikan, Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan dan Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Perairan.

 

Di tahun 2004 Jurusan pada Sekolah Tinggi Perikanan bertambahkan menjadi 4 jurusan dengan masuknya jurusan penyuluhan perikanan yang ada di Cikaret Bogor. Dengan semakin banyaknya alumni lulusan Sekolah Tinggi Perikanan dan tuntutan zaman ke arah profesionalisme, maka di tahun 2009 akan dibuka Program Pasca Sarjana jurusan Bisnis Manajemen Perikanan.


 

Visi dan Misi Sekolah Tinggi Perikanan

Visi

  • Lembaga Pendidikan Yang Kompeten dan Inovatif

Misi

  • Meningkatkan Kompetensi dan Jiwa Wirausaha Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan

Tujuan

  • Menyiapkan sumberdaya manusia yang :
  • Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
  • Mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan,
  • Profesional dan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli di bidang perikanan
  • Berwawasan bisnis
  • Menguasai teknis dan manajerial
  • Mampu mengelola dan mengembangkan usaha perikanan bertanggung jawab secara mandiri

Unsur Pimpinan Sekolah Tinggi Perikanan terdiri dari Ketua dan juga tiga Pembantu Ketua. Ketua Sekolah Tinggi Perikanan (STP) memiliki tugas memimpin penyelenggaraan pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, penelitian terapan dan membina pendidik, taruna, tenaga kependidikan dan membina hubungan dengan masyarakat dan juga lembaga terkait, jika Ketua berhalangan tak tetap, Puket I bertindak dengan Pelaksana Harian Ketua.


Pembantu Ketua terdiri dari:

  1. Pembantu Ketua Bidang Akademik (Puket I)
  2. Pembantu Ketua Bidang Administrasi Umum (Puket II)
  3. Pembantu Ketua Bidang Ketarunaan (Puket III)

Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Perikanan bidang akademik yaitu dosen yang memiliki tugas tambahan membantu Ketua dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, penelitian dan juga pengabdian kepada masyarakat. Pembantu Ketua II STP bidang administrasi umum yakni dosen yang memiliki tugas tambahan membantu Ketua dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang keuangan dan juga administrasi umum.

 

Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Perikanan bidang ketarunaan dan alumni yakni dosen yang memiliki tugas tambahan dalam membantu Ketua dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang pembinaan dan pelayanan kesejahteraan taruna. Sejak berdirinya Sekolah Tinggi Perikanan sudah terjadi 14 kali penggantian Ketua yaitu :

  1. Dr. Rustam Singgih 1962 - 1966 
  2. Kol. (L) Sutejo Ismail 1966 - 1967 
  3. Ir. Hadi Atmowarsono 1967 - 1972
  4. Drs. Rustam Budiono 1972 - 1976
  5. Ir. L. Hasyim Ardidja 1976 - 1991
  6. Ir. Mat Siin Asan 1991 - 1994
  7. 7.   Ir. H. Abdul Munif Kadir   1994 - 2001
  8. Dr. H. Wahyono HP,M.Ed 2001 - 2003
  9. Ir. Dedy H. Sutisna,MS 2003 - 2004
  10. Dr. Ir. Iin Siti Djunaidah,M.Sc 2004 - 2006
  11. 11. Dr. Maimun, M.Ed   2006 - 2010
  12. 12. Dr. Aef Permadi, S.Pi, M.Si   2010 - 2012
  13. 13. Dr. Djodjo Suwardjo,MM 2012 - 2013
  14. 14. Ir. Tatang Taufiq Hidayat,MS 2013 - Sekarang 

 

Lambang Sekolah Tinggi Perikanan

Lambang Sekolah Tinggi Perikanan berupa gambar dan tulisan sebagai berikut:

  1. Gambar kompas dengan arah 8 penjuru angin berwarna kuning emas melambangkan bahwa taruna berasal dari segenap penjuru tanah air dan siap menjelajahi lautan;
  2. Gambar ikan torani berwarna kuning emas melambangkan sikap yang cekatan, tangkas dan kreatif dalam melaksanakan tugas;
  3. Gambar bintang timur berwarna putih melambangkan cita-cita luhur dengan tidak melupakan sifat-sifat budaya ketimuran;
  4. Gambar gelombang samudera yang berwarna putih melambangkan semangat yang bergelora tanpa berhenti;
  5. Gambar rumput laut dengan akar bercabang lima berwarna kuning emas melambangkan jangkauan ilmu yang dipelajari mulai dari dasar perairan sampai ke permukaannya dengan tetap setia mengamalkan Pancasila dan UUD 1945;
  6. Tulisan Sasanti Jalanidhitah Sarva Jivitam berwarna hitam di dalam pita berwarna putih mengandung arti laut merupakan sumber kehidupan.
  7. Tulisan Sekolah Tinggi Perikanan berwarna putih melengkung memayungi lambang;

 

Persyaratan Calon Peserta Sekolah Tinggi Perikanan

Persyaratan Umum:

  1. Siswa lulusan MAN/ SMA (IPA/IPS), SMK(Bidang/Program Studi Kelautan, Perikanan, Teknik Perkapalan, Pelayaran,  Teknik Otomotif, Teknik Mesin,  Agribisnis Perikanan dan Teknik Kimia) dan SUPM;
  2. Usia tidak lebih 22 tahun 
  3. Belum pernah menikah dan bersedia tak  menikah selama mengikuti pendidikan
  4. Tinggi badan minimum : Putri 150 cm dan Putra 160 cm, dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku
  5. Berkelakuan baik
  6. Berbadan sehat, tak cacat mental dan fisik serta tidak buta warna, tidak hamil selama mengikuti pendidikan

Persyaratan Khusus :

  1. Peserta merupakan  putra-putri pelaku yang utama perikanan
  2. Program Studi MP dan pesertanya khusus putra dan tidak lensa kontak atau berkaca mata
  3. Program studi pilihan bagi calon dari SMK dan SUPM disesuaikan dengan program keahliannya.

Prosedur Pendaftaran :

Pendaftaran dilakukan online melalui website STP http://siakad-stp.kkp.go.id/pentaru dan juga berkas pendaftaran dikirim via pos yang meliputi :

  1. Bukti pendaftaran secara online
  2. Daftar Isi Peserta (form terlampir)
  3. Foto copy STTB/ Ijazah / Surat Tanda Lulus yang disahkan oleh Kepala Sekolah bagi yang sudah menyelesaikan pendidikan
  4. Foto copy rapor dari semester 1 sampai semester 5 dan juga halaman depan rapor yang sudah  dilegalisir.
  5. Pas foto ukuran 4 x 6 cm (berwarna dan terbaru)
  6. Foto copy Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang sudah dilegalisir
  7. Foto copy kartu siswa atau KTP peserta bagi yang belum memiliki KTP
  8. Satu lembar Surat Keterangan Belum Menikah dari Lurah/ Kepala Desa
  9. Foto copy Kartu Keluarga dan KTP orang tua yang sudah dilegalisir;
  10. Surat Keterangan pekerjaan orang tua sebagai pelaku yang utama perikanan diatas materai Rp.6000, yang disahkan oleh Ketua Kelompok Perikanan, Kepala Desa/ Kelurahan dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan atau format terlampir
  11. Foto Copy Kartu Nelayan ataupun kartu sejenisnya yang sudah dilegalisir. Kartu sejenis yang dimaksud diterbitkan oleh badan/ institusi/ organisasi yang menyatakan bahwa orang tua sebagai anggota kelompok pengolah ikan/ nelayan/ petambak garam/ pembudidaya ikan.
  12. Surat Keterangan tak mampu yang dikeluarkan oleh kepala desa/ kelurahan bagi yang tidak mampu;
  13. Foto copy piagam prestasi non akademik meupun akademik yang sudah dilegalisir instansi terkait jika ada
  14. Berkas uji kesehatan yang asli dikirimkan setelah dinyatakan lulus tahap I (seleksi administrasi) yang meliputi : Surat diagnosis fisik (Thorax abdomen, keadaan umum, Eksternitas dan genitalis), Riwayat Penyakit & Terapi Penyakit,  Nadi, THT, Tekanan Darah, Mata (Pemeriksaan visus, Buta warna dan Kelainan pada mata), Photo rontgen thorax, Gigi,  laboratorium (urine lengkap, darah lengkap, SGOT, LED, Ureum, SGPT, Hbs Ag, Kreatinin dan Test Kehamilan;
  15. Bukti Transfer Uang  Pendaftaran (Fotocopy dan Asli) Rp. 150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah) yang ditransfer ke rekening 0147374582 a.n BPn175. Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta di Bank BNI 46 Cabang Fatmawati Jakarta;
  16. Surat pernyataan keabsahan data yang sudah ditandatangani di atas materai Rp. 6000 seperti format terlampir;
  17. Berkas dikirim via pos ditujukan pada PANITIA SIPENTARU-STP d/a Sekolah Tinggi Perikanan  Jln. AUP No.1 Rt. 001/09 Pasar Minggu – Jakarta Selatan 12520.
  18. Berkas dimasukkan ke dalam stop map BIRU MUDA lalu dimasukkan dalam amplop dan cantumkanlah pada sudut kiri atas dengan huruf kapital tulisan SIPENTARU ANAK PUMAKAN;
  19. Berkas diterima oleh panitia 

TAHAPAN SELEKSI

  1. Tahap I (Seleksi Administrasi) 
  2. Tahap II (Psikotest, Uji Fisik dan Wawancara) 
  3. Tempat Pelaksanaan ujian seleksi tahap II bagi para peserta yang dinyatakan lulus pada tahap I (Seleksi Administrasi) ditentukan kemudian.

Itu tadi informasi tentang Sekolah Tinggi Perikanan. Semoga bermanfaat !

 

Penulis : Agung

Sumber: 

http://www.stp.kkp.go.id/?page=artikel&konten-id=228 

https://id.wikipedia.org/wiki/Sekolah_Tinggi_Perikanan

 


Related Article