By Admin  Article Published 28 December 2016
 
 Gerakan Pramuka Sebagai Wadah Pembentukan Karakter Bangsa

Gerakan Pramuka Indonesia merupakan nama organisasi pendidikan non-formal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Negara Indonesia. Kata "Pramuka" adalah singkatan dari praja muda karana, yang mempunyai arti rakyat muda yang suka berkarya.

Pramuka adalah sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, meliputi Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan juga Pramuka Pandega. Kelompok anggota lain yakni Pembina Pramuka, Pelatih, Andalan,  Staf Kwartir, Pamong Saka dan Majelis Pembimbing.

Sedangkan yang dimaksud dengan kepramukaan merupakan proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan juga di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menyenangkan, menarik, teratur, terarah, sehat, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan juga Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan akhlak, watak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan merupakan sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan kepentingan, keadaan dan perkembangan masyarakat dan juga bangsa Indonesia.

Lambang Pramuka Indonesia yakni tunas kelapa yang dijahitkan di kerah kiri baju pramuka untuk wanita. Sedangkan lambang Pramuka Internasional yang dijahitkan pada kerah kanan baju pramuka untuk wanita. Bagi para pria, tunas kelapa berada di kantung sebelah kiri, sedangkan untuk Lambang Pramuka Internasional dijahitkan disebelah kanan kemeja. Emblem wilayah Gerakan Pramuka (berdasarkan provinsi) dijahit di lengan kanan baju Pramuka.

Di Indonesia sendiri penggunaan istilah Pramuka resmi digunakan pada tahun 1961. Namun pramuka sejatinya sudah ada sejak jaman penjajahan belanda dengan nama kepanduan. 



 

Sejarah Pramuka Di Dunia

Istilah pramuka hanyalah digunakan di Indonesia sedangkan di dunia pramuka disebut dengan Scout.  Gerakan yang disebut juga Scouting atau Scout Movement ini bertujuan dalam pengembangan para pemuda secara mental, fisik dan spiritual.  Sejarah pramuka di dunia sendiri dimulai pada tanggal 25 Juli 1907 saat Lord Robert Baden Powell ketika sebagai Letnan Jendral tentara Inggris untuk pertama kalinya mengadakan perkemahan pramuka di Brown Sea, Inggris 8 hari. Kemudian pada tahun 1908 Baden Powel menulisan buku tentang prinsip dasar kepramukaan yang berjudul “Scouting for Boys” yang berarti pramuka untuk laki-laki.

Di tahun 1912 dengan bantuan adik perempuan Baden Powell yang bernama Agnes maka terbentuk organisasi pramuka untuk perempuan dengan sebutan “Girls Guides“. Organisasi pramukaan perempuan ini pun dilanjutkan oleh istri Baden Powell. Di tahun 1916 di dirikanlah kelompok pramuka siaga yang bernama CUB (anak srigala). Pedoman kegiatan yang dilakukan berdasarkan sebuah buku yang berjudul  “The Jungle Book” karangan Rudyard Kipling.

Pada tahun 1918 Baden Powell kembali membentuk Rover Scout yakni organisasi pramuka bagi mereka yang sudah berusia 17 tahun. Selang empat tahun, Powel menerbitkan buku menerbitkan buku ”Rovering To Succes” yang menggambarkan seorang pemuda yang mengayuh sampannya menuju kepantai bahagia.

Tahun 1920 merupakan tahun yang berpengaruh dalam sejarah pramuka karena merupakan pertama kalinya diadakan Jambore di dunia. Selain itu tahun 1920 juga dibentuk Dewan Internasional pramuka yang anggotanya 9 orang biro dan juga biro pusat di London. Biro pramuka putra dunia mempunyai lima kantor wilayah yakni Costa Rica, Filipina, Mesir, Nigeria dan Swiss. Sedangkan untuk putri mempunyai lima kantor pusat sekretariat di London dan juga biro kantor wilayah di Arab, Amerika Latin, Eropa dan Asia Pasifik.


Jambore Dunia ke-I dilaksanakan di Olympia Hall. Dalam kegiatan tersebut diundang peserta dari 27 Negara dan saat itu Baden Powell  diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia .

 

Sejarah Pramuka Di Indonesia

Ternyata gagasan organisasi kepramukaan Boden Powell tersebut dalam waktu singkat menyebar ke berbagai negara termasuk Belanda. Di negara belanda gerakan pramuka dinamai dengan Padvinder. Pada masa itu Belanda yang menguasai Indonesia pun membawah gagasan tersebut ke Indonesia. Akhirnya mereka pun mendirikan organisasi tersebut di Indonesia dengan nama NIPV atau Nederland Indische Padvinders Vereeniging = Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda.

Dalam perkembangan pemimpin gerakan nasional membentuk organisasi kepanduan yang bertujuan untuk membentuk manusia Indonesia yang baik dan bersedia menjadi kader pergerakan nasional. Dalam waktu yang singkat munculah berbagai organisasi kepanduan antara lain JJP (Jong Java Padvindery), JPO (Javaanse Padvinders Organizatie) SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery), NATIPIJ (Nationale Islamitsche Padvindery) dan HW (Hisbul Wathon).

Lalu pemerintah Hindia Belanda memberikan larangan untuk penggunaan istilah Padvindery.  K.H. Agus Salim akhirnya mengganti nama Padvindery menjadi Kepanduan atau Pandu dan menjadi cikal bakal dalam sejarah pramuka di Indonesia.

Setelah adanya sumpah pemuda, kesadaran nasional juga semakin meningkat, maka tahun 1930 berbagai organisasi kepanduan seperti PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra)  dan IPO bergabung melebur menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Pada tahun 1931 dibentuklah PAPI (Persatuan Antar Pandu Indonesia) dan pada tahun 1938 berubah nama menjadi BPPKI (Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia).


Di masa pendudukan Jepang di Indonesia organisasi Kepanduan dilarang. Maka banyak sekali dari tokoh Pandu yang beralih dan memilih untuk masuk masuk Seinendan, Keibondan dan PETA.

Setelah proklamasi kemerdekaan kembali dibentuklah orgasisasi kepanduan yakni Pandu Rakyat Indonesia pada tanggal 28 Desember 1945 dan merupakan satu-satunya organisasi kepanduan.

Organisasi kepanduan akhirnya di Indonesia terpecah menjadi 100 organisasi kepanduan pada tahun 1961  dan terhimpun dalam 3 federasi organisasi yakni IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia) yang berdiri pada 13 September 1951, POPPINDO (Persatuan Pandu Puteri Indonesia) pada tahun 1954 dan PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia). Sadar akan kelemahan yang terpecah-pecah akhirnya ketiga federasi yang menghimpun bergabung menjadi satu yang dinamai PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia).

Sejarah pramuka di Indonesia ini dianggap lahir pada tahun 1961. Hal ini didasarkan pada Keppres RI No. 112 tahun 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka yang susunan keanggotaan seperti yang disebutkan Presiden pada 9 Maret 1961.

Sedangkan pada tanggal 14 Agustus 1961 merupakan hari dimana Gerakan Pramuka di perkenalkan di seluruh Indonesia, sehingga di tetapkanlah sebagai hari Pramuka yang di ikuti dengan pawai besar. Sebelumnya presiden juga sudah melantik Kwarnas, Mapinas dan Kwarnari.

 

Tugas Pokok Pramuka

Sebagai sebuah organisasi, Pramuka tentu mempunyai tugas pokok, tujuan, dan fungsi. Tujuan dan fungsi Gerakan Pramuka tersebut telah diuraikan baik dalam Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010 secara jelas tentang Gerakan Pramuka maupun dalam Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.


Adapun tugas pokok dari gerakan pramuka yakni untuk melaksanakan pendidikan bagi kaum muda di lingkungan luar sekolah. Pendidikan ini melengkapi pendidikan di lingkungan keluarga serta lingkungan sekolah. Pendidikan tersebut dimaksudkan untuk mencapai tujuan dari Gerakan Pramuka. Untuk tujuan serta fungsi Pramuka diuraikan sebagai mana di bawah.

 

Tujuan Gerakan Pramuka

Tujuan Gerakan Pramuka yaitu untuk membentuk setiap Pramuka agar menjadi pribadi yang bertakwa, beriman, memiliki akhlak yang mulia, mempunyai jiwa patriotik, disiplin dan taat terhadap hukum,.  Pencapaian tujuan tersebut diharapkan berhasil untuk membentuk kader bangsa sekaligus kader pembangunan di Indonesia yang berkepribadian. 

 

Fungsi Gerakan Pramuka

Di samping tugas pokok serta tujuan di atas, sebagai organisasi Gerakan Pramuka mempunyai fungsi. Fungsi Gerakan Pramuka tersebut selaras dengan tugas pokok Gerakan Pramuka. Fungsi Gerakan Pramuka yaitu bsebagai penyelenggara pendidikan nonformal di luar sekolah dan jugadi luar keluarga. 

 

Lambang Pramuka

Lambang merupakan tanda pengenal berbentuk gambar untuk mengidentifikasi kehadiran suatu organisasi. Lambang juga merupakan pembeda pada satu organisasi dengan organisasi yang lainya. Dan Gerakan Pramuka Indonesia menggunakan bayangan tunas kelapa sebagai lambangnya.

Lambang tunas kelapa pertama dipakai dengan cara resmi ketika Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno menganugerahkan Panji Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia dalam Gerakan Pramuka pada tanggal 14 Agustus 1961.

Pada panji tersebut terlihat silhoutte atau bayangan tunas kelapa berwarna merah. Tidak sama dengan simbol pramuka di beberapa negara yang biasanya menggunakan silhouette bunga lily berwarna putih dengan latar belakang warna ungu. Terkait dengan simbol gerakan pramuka di Indonesia yang menggunakan tunas kelapa. Di bawah ini penjelasan singkat tentang simbol itu.

  1. Pencipta Lambang Pramuka

Orang yang berjasa dalam membuat gambar silhouette tunas kelapa sebagai simbol gerakan pramuka di Indonesia adalah R. Soenardjo Atmodipoerwo. Seseorang pandu yang bekerja di Departemen Pertanian. Beliau di inspirasi dengan pohon kelapa yang seluruh bagiannya bisa berguna. Hanya saja pada buku-buku kepramukaan yang sampai kini mengedar, tercatat bahwa yang membuat simbol itu yaitu Sunarjo Atmodipuro. Walaupun sebenarnya pada batu nisan beliau tercatat namanya dengan redaksi ejaan yang lama, R. Soenardjo Atmodipoerwo.

  1. Dasar Peraturan

Ketentuan lambang Gerakan Pramuka bisa anda baca pada Anggaran Rumah Tangga (ART) Gerakan Pramuka dalam Bab VII Pasal 20. Pada ketentuan itu diterangkan secara bahwa lambang Gerakan Pramuka yaitu tunas kelapa.

Namun bukanlah artinya ada pergantian dari yang asli berbentuk bayangan tunas kelapa jadi gambar tunas kelapa. Lantaran pergantian redaksi tersebut hanya untuk mempersingkat sebutan saja. Namun  pada intinya lambangnya tetaplah berupa bayangan tunas kelapa.

  1. Warna Lambang Pramuka

Sudah terang juga bahwa  pada ART Gerakan Pramuka, warna simbol berbentuk tunas kelapa sesuai dengan pemakaiannya. Tidak harus warna baku hitam atau merah. Misalkan pada kepala surat, menggunakan warna hitam. Pada bendera menggunakan warna merah. Pada sinyal kecakapan umum (TKU) penegak dan pandega berwarna kuning. Pada sampul buku terbitan kwartir nasional seringkali berwarna putih. Atau bahkan juga bisa  gabungan sebagian warna.

  1. Makna Kiasan Lambang Pramuka

Sesuai dengan Ketetapan Kwartir Nasional No. 06/KN/72 diterangkan bahwa lambang Gerakan Pramuka memiliki perincian makna kiasan seperti berikut ;

  • Buah nyiur dalam kondisi tumbuh dimaksud cikal. Ini bermakna Pramuka merupakan inti untuk keberlangsungan hidup bangsa sebagai tunas penerus bangsa.
  • Buah nyiur tahan lama. Berarti Pramuka yaitu orang dengan jasmani serta rohani yang kuat serta ulet.
  • Buah nyiur bisa tumbuh di beberapa type tanah. Bermakna Pramuka mesti dapat menyesuaikan dalam keadaan apa pun.
  • Nyiur tumbuh menjulang tinggi. Tujuannya tiap-tiap anggota Pramuka mempunyai harapan yang tinggi.
  • Akar nyiur kuat. Bermakna Pramuka berdasar pada beberapa basic yang kuat.
  • Nyiur pohon serbaguna. Berarti Pramuka mesti bisa bermanfaat untuk nusa, bangsa serta agama.
  • Nyiur yaitu nama lain dari pohon kelapa. Jadi walau lambangnya berbentuk tunas kelapa, makna dari kiasannya tetaplah di inspirasi dari keseluruhnya pohon kelapa yang sudah tumbuh dewasa.

 

Kode Kehormatan Pramuka

Kode Kehormatan Pramuka adalah serangkaian ketentuan dasar (nilai, janji dan norma) yang harus dilaksanakan oleh seorang pramuka pada kehidupan sehari-hari dan menjadi standar atau ukuran tingkah laku pramuka. Sehingga dapat dikatakan bahwa kode kehormatan adlaah kode etik anggota Gerakan Pramuka baik dalam kehidupan pribadi ataupun di dalam masyarakat. Kode kehormatan pramuka ini sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 12 tahun 2010 berkaitan dengan Gerakan Pramuka pasal 6. Pun tercantum dalam Anggaran Dasar Gerakan Pramuka pasal 12 dan juga Anggaran Rumah Tangga (ART) Gerakan Pramuka pasal 14.

Kode kehormatan pramuka terdiri dari janji yang disebut dengan ‘Satya Pramuka’ dan ketentuan moral yang disebut dengan ‘Darma Pramuka’. Satya Pramuka sebagaimana tersebut pada ART Gerakan Pramuka dinyatakan sebagai: Diucapkan secara sukarela oleh calon anggota atau calon pengurus Gerakan Pramuka saat pelantikan menjadi anggota atau pengurus. Dipergunakan sebagai pengikat diri pribadi untuk kehormatannya dan digunakan sebagai dasar pengembangan emosional, sosial, intelektual, spiritual dan fisik, baik sebagai individu ataupun sebagai anggota masyarakat.

Sedangkan Darma Pramuka tercantum dalam ART Gerakan Pramuka, merupakan nilai dasar untuk mengembangkan dan membina akhlak mulia, sistem nilai yang harus dimiliki, dihayati dan diamalkan dalam kehidupan anggota Gerakan Pramuka di lingkunaganb masyarakat, landasan gerak bagi Gerakan Pramuka untuk mencapai tugas dan tujuan pendidikan  kepramukaan yang diwujudkan dalam kegiatan untuk mendorong dan memotivasi peserta didik manunggal dengan masyarakat, saling menghormati, bersikap demokrati dan memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong; serta kode etik bagi organisasi dan anggota Gerakan Pramuka.

Dalam Gerakan Pramuka, kode kehormatan ditetapkan serta diterapkan sesuai dengan golongan usia dan perkembangan jasmani dan rohani anggota Gerakan Pramuka yang meliputi: Kode kehormatan bagi pramuka siaga yang berupa Dwisatya (janji dan komitmen diri) dan juga Dwidarma (ketentuan moral). Bunyi kode kehormatannya yaitu:

Dwisatya

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga.

Setiap hari berbuat kebaikan.

Dwidarma

Siaga berbakti pada ayah dan ibundanya.

Siaga berani dan tidak putus asa.

Kode kehormatan bagi pramuka penggalang yang meliputi Trisatya (janji dan komitmen diri) dan Dasadarma (ketentuan moral).

Trisatya

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila,

menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat,

menepati Dasadarma.

Dasadarma

Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.

Patriot yang sopan dan kesatria.

Patuh dan suka bermusyawarah.

Rela menolong dan tabah.

Rajin, terampil, dan gembira.

Hemat, cermat, dan bersahaja.

Disiplin, berani, dan setia.

Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.

Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

Kode kehormatan bagi pramuka penegak, pramuka pandega, dan anggota dewasa yang meliputi Trisatya (janji dan komitmen diri) dan Dasadarma (ketentuan moral).

Trisatya

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila,

menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat,

menepati Dasadarma.

Dasadarma

Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.

Patriot yang sopan dan kesatria.

Patuh dan suka bermusyawarah.

Rela menolong dan tabah.

Rajin, terampil, dan gembira.

Hemat, cermat, dan bersahaja.

Disiplin, berani, dan setia.

Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.

Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

 

Kode kehormatan tersebut bukan hafalan yang cukup dihafalkan saja akan tetapi sebagaimana disebutkan di atas, seorang pramuka sudah seharusnya menepati Satya Pramuka dan juga mengamalkan Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.


Penulis : Agung

Sumber:

www.pramuka.or.id

 

 

 

 

 

www.pramukaindonesia.com

 



Related Article