By Sasang Priyo Sanyoto  Article Published 07 April 2017
 
 Seperti yang telah kita ketahui, ada banyak warna dan jenis dari baret. Mulai dari hitam seperti yang di pakai di Mabes TNI, baret ungu untuk kesatuan Marinir di TNI Angkatan Laut, dan masih banyak warna lain seperti warna biru, hijau, jingga, cokelat, merah dan lain-lain sebagainya. Begitu pun juga di masing-masing kesatuan seperti TNI, ada beberapa warna yang di pakai sebagai penanda di kesatuan tertentu. (Baca: Inilah Aneka Jenis Warna Baret TNI Angkatan Darat )
 
Topi baret memang sudah lazim di pakai sebagi salah satu kelengkapan seragam baik di kemilteran seperti TNI dan Kepolisan Republik Indonesia. Semuanya sudah di atur dalam perundangan tentang seragam yang akan di kenakan saat bertugas. Sesuai dengan laman tentang baret di Refreshop, yang di maksud dengan baret di sini adalah peci yang bentuknya bundar pipih yang biasa di pakai oleh mahasiswa atau tentara. Selain itu, berbagai kedinasan dan sekolah kedinasan juga menggunakan topi yang menggunakan bahan laken ataupun wool ini sebagai seragamnya.
 
Baret Merah
 
Salah satu baret yang sering kita jumpai adalah baret yang berwarna merah. Topi yang biasa di sebut dengan beret atau baret ini di gunakan oleh instansi kemilteran seperti Kopassus atau Komando Pasukan Khusus yang merupakan salah satu pasukan elite di TNI Angkatan Darat. Warna merah pada baret ini sangat serasi dengan warna loreng seragamnya yang juga terdapat buratan warna merah khas seragam Kopassus.
 
Dari segi kualitasnya, ada beberapa jenis baret yang bisa kita dapatkan di pasaran terutama di toko perlengkapan TNI Polri.Untuk yang standar yang biasa di gunakan untuk jatah TNI, baret ini biasanya menggunakan bahan wool yang lebih kuat dan tidak mudah rusak. Ada beberapa spesifikasi teknis yang harus di penuhi dari proses pembuatan baret ini sehingga baret yang di hasilkan adalah baret yang benar-benar berkualitas. Baret wool merah memang lebih mahal dari pada baret merah yang terbuat dari bahan laken karena dari segi harga bahan bakunya saja juga sudah berbeda cukup jauh. Maka dari itu, baret merah laken harga jualnya juga sangat berbeda dengan baret merah wool.
 
Bila baret laken kita bisa dapatkan dengan harga sekitar 30 ribuan, maka baret wool harganya sekitar 80 ribuan hingga ratusan ribu. Biasanya, untuk pemesanan dalam jumlah besar harga tersebut masih bisa berkurang karena baret akan di produksi dalam jumlah besar. Biaya produksi pun bisa di tekan seminimal mungkin sehingga harga jual baret bisa di sesuaikan. Sedangkan untuk ukurannya, bisa di buat sesuai dengan pesanan apakah ukuran 57, 58 atau ukuran yang di atasnya.
 
Bila Anda ingin memesan baret seperti ini, Anda bisa memesan di Refreshop dengan menghubunginya di 081 334 82 9393 atau 0811 233 989. Untuk fast respons, Anda bisa juga berkomunikasi via sms ataupun Whatsapp di kedua nomor tersebut. (sp)
 
 


Related Article